Yayasan TPA Gelar Pelatihan Penjamah Makanan Bagi Karyawan dan Staf SPPG MBG Bintoro 3 Jember
Jember, Portal Jawa Timur – Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan (Food Handler) bagi staf dan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Bintoro 3, Patrang Kabupaten Jember, Jumat , 10 Oktober 2025.
Baca Juga: Gus Baiqun Jember Sebut MBG Layak Didukung Masyarakat
Pelatihan Penjamah Makanan yang diikuti oleh 47 karyawan dan staf tersebut digelar di kantor SPPG MBG setempat, dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten.
Baca Juga: Jaga Kualitas Makanan Selalu Higienis, Dapur MBG Bintoro Gunakan Standar Ketat BGN
Menurut Pembina Yayasan TPA, H Achmad Sudiyono, pelatihan penjamah makanan tersebut merupakan suatu keharusan bagi SPPG MBG sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SLHS adalah syarat mutlak yang harus dikantongi SPPG MBG sebelum akhirnya beroperasi.
“Alhamdulillah, pelatihan penjamah makanan bagi karyawan SPPG MBG Bintoro 3 telah dilaksanakan, berjalan dengan lancar,” ujarnya di Jember, Ahad (12/10/2025).
H Achmad menambahkan, selain pelatihan penjamah makanan, syarat lain yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan SLHS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, adalah sertifikat kebersihan air yang akan digunakan untuk SPPG MBG, dan sertifikat pembuangan limbah makanan (IPAL).
“Jika semuanya sudah terpenuhi, baru kita dapat SLHS seperti yang telah dimiliki oleh SPPG MBG Bitoro 1 dan 2,” jelasnya.

Penjamah makanan memiliki peran vital dalam rantai pengolahan makanan. Mereka yang langsung bersentuhan dengan bahan pangan, mulai dari proses pemilihan bahan mentah, pengolahan, hingga penyajian.
Kesalahan kecil dari seorang penjamah makanan bisa berdampak besar terhadap kesehatan konsumen.
Dalam pelatihan penjamah makanan tersebut, peserta diberi pelatihan terkait cara sehat menjamah makanan. Salah satu yang terpenting adalah wajib menggunakan sarung tangan dan masker, sehingga antara makanan dengan manusia tidak terkontak langsung.
Selain itu, peserta juga diberi pemahaman betapa pentingnya kebersihan bagi makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat. Sebab jika tidak bersih, MBG berpotensi basi, bahkan bisa menimbulkan keracunan bagi penerima manfaat.
“Kami bertekad untuk menyajikan menu terbaik, penyajian terbaik, dan perlakuan terbaik (higienis) dalam mengolah makanan,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).



