News

DLH Jember Berkolaborasi Dengan Muslimat NU Atasi Sampah

Jember,  Portal Jawa Timur – Sampah menjadi masalah yang cukup pelik. Jika tidak ditangani secara serius, sampah bakal memicu masalah, bahkan bisa menjadi ancaman kehidupan.

Baca Juga: Kepala DLH Jember Mengaku Deg-degan Karena Penilaian Adipura Tahun Ini Ada Kategori Kota Kotor

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember berkolaborasi dengan Muslimat NU bertekad untuk menangani  sampah yang diawali dengan menggelar Sosialisasi Bank Sampah.

Baca Juga: Tahun 2026 Anggaran OPD di Jember Dikepras 30 Persen, Ini Penyebabnya

Kegiatan yang diikuti oleh 26 perwakilan PAC Muslimat NU dan para pengurus teras PC Muslimat NU tersebut dihelat di Kantor Mulimat NU Jember, Jalan KH Shiddiq, Talangsari Kaliwates, Ahad (12/10/2025).

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi mengatakan, kolaborasi tersebut sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam yang cukup mendasar, yaitu soal kebersihan.

Nyai Kam, sapaan akrabnya, lalu  menukil Hadis Nabi Muhammad yang cukup populer, yaitu Annadzofatu Minan Iman (kebersihan adalah sebagian dari iman).

Menurutnya, Hadis ini menunjukkan betapa Islam sangat peduli terhadap kebersihan sampai-sampai dihubungkan dengan iman.

“Islam sangat menganjurkan kebersihan diri dan lingkungan. Lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang beriman dan beradab,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi DLH-Muslimat NU Jember terkait bank sampah bukan hanya soal kebersihan tapi sekaligus dakwah dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan global.

“Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini tapi bisa berkelanjutan dalam program edukasi yang lain,” pintanya.

Nyai Kam menjelaskan, program bank sampah yang digalakkan DLH Jember linier dengan program Muslimat NU yang telah lama digeber, yaitu Mustika Daring, yang merupakan akronim dari Muslimat Cantik Sadar Lingkugan.

Wujud dari Mustika Daring, lanjut Nyai Kam, adalah setiap anggota Muslimat NU yang menghadiri kegiatan harus membawa kresek untuk tempat sampah.

“Biasanya botol air mineral habis minum kita buang seenaknya, tapi kalau bawa kresek wajib ditaruh di kresek,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Jember Suprihandoko mengatakan, dirinya sudah tidak asing lagi bekerja sama dengan Muslimat NU. Katanya, sejak masih memimpin DP3AKB, lalu pindah ke Disnaker, dan sekarang menjadi orang nomor satu di DLH, kolaborasi dengan Muslimat NU terus berjalan.

“Saat di DP3AKB kerja sama yang kita bangun cukup lama, bahkan sampai sekarang masih ada ibu-ibu yang ngadu ke saya terkait persoalan rumah tangganya,” urainya.

Handoko, sapaan akrabnya, juga mengaku bersyukur bahwa Muslimat NU Jember punya program Mustika Darling yang tentu berperan  penting dalam menciptakan kebersihan lingkungan.

“Nanti coba saya cek ke PAC-PAC Muslimat NU,” kelakarnya.

Dalam kesempatan itu, DLH membawa 3 unit Dropboks sebagai contoh tempat sampah yang ideal. Handoko mengaku sudah mengajukan dana CSR ke perusahaan-perusahaan untuk dibelikan Dropbox.

“Nanti kita tempatkan di pesantren, masjid, sekolah dan sebagainya,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!