Prof Hepni: Bangkit yang Sesungguhnya Adalah Bertransformasi Menjadi Lebih Baik
Jember, Portal Jawa Timur – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dewasa ini tidak lagi dimaknai semata sebagai momentum perjuangan fisik melawan penjajahan, melainkan juga perjuangan intelektual dan moral dalam menghadapi derasnya arus globalisasi serta banjir informasi digital yang terus berkembang. Kebangkitan hari ini adalah tentang kemampuan bangsa untuk beradaptasi, bertransformasi, dan terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik.
Baca Juga: Rektor UIN KHAS Jember: Pelayanan Kampus Harus Tuntas, Bukan Sekadar Prosedur
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Hepni, saat memimpin upacara peringatan Harkitnas di halaman kampus setempat, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Dari Jember untuk Dunia: Deklarasi Perdamaian Menggema di UIN KHAS Jember
Menurut Prof. Hepni, semangat kebangkitan yang paling relevan di era modern adalah semangat untuk terus memperbaiki kualitas diri, memperkuat daya pikir kritis, serta membangun peradaban yang lebih maju dan beradab di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
“Bangkit yang sesungguhnya adalah semangat bertransformasi menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, peringatan Harkitnas seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan semata, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, memperdalam kesadaran kebangsaan, serta membangun optimisme menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Prof. Hepni menyoroti maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi yang kini menjadi ancaman serius, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, derasnya arus informasi tanpa diimbangi kemampuan literasi digital yang memadai dapat memengaruhi pola pikir, membentuk opini yang keliru, bahkan merusak kualitas kehidupan sosial masyarakat.
“Karena itu, perguruan tinggi punya peran penting dalam membangun budaya berpikir kritis, tabayyun, dan kesadaran bermedia di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat,” jelasnya.
Prof. Hepni juga mengajak seluruh sivitas akademika UIN KHAS Jember agar mampu menjadi agen literasi digital yang bijak, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta aktif menghadirkan narasi-narasi yang menyejukkan dan mencerahkan di ruang publik.
Menurutnya, kampus harus tampil sebagai ruang intelektual yang melahirkan gagasan progresif, membangun tradisi keilmuan yang sehat, serta memperkuat budaya dialog dan nalar kritis di tengah masyarakat.
Selain mengingatkan bahaya hoaks, Prof. Hepni turut mendorong pemanfaatan media digital secara produktif, kreatif, dan edukatif. Teknologi informasi, kata dia, seharusnya menjadi sarana untuk memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi positif bagi bangsa dan kemanusiaan.
Semangat kebangkitan nasional di era modern dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).



