Yayasan TPA Jember Gelar Refleksi Akhir Tahun, H Achmad Minta Integritas Karyawan Ditingkatkan
Jember, Portal Jawa Timur – Bertepatan dengan malam perayaan tahun baru 2026, Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) Jember Jawa Timur menggelar Gema Salawat dan Refleksi Akhir Tahun di halaman Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang, Rabu (31/12/2025) malam.
Baca Juga: H Achmad Sudiyono Sebut MBG Investasi Jangka Panjang untuk Songsong Indonesia Emas
Dalam kesempatan itu, owner Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG Bintoro 1 dan 2, H Achmad Sudiyono mengungkapkan bahwa mendirikan dapur MBG tidaklah gampang, banyak rintangannya, dan berliku. Namun diakuinya, seberat apapun rintangan yang menghadang, harus dihadapi, dan tidak boleh putus asa.
Baca Juga: SPPG Dapur MBG 3 Bintoro Jember Gelar Pembekalan bagi Karyawan
“Dan alhamdulillah, akhirnya bisa. Bahkan di lokasi ini sudah berdiri 3 dapur MBG. Ini satu-satunya lokasi dapur di Indonesia yang dapurnya 3 sekaligus, dan berdekatan,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Oleh karena tidak mudah mendirikan dapur hingga beroperasi, H Achmad mengajak segenap karyawan untuk selalu bersyukur kepada Allah. Sebab, keberadaan dapur telah memberikan kehidupan bagi karyawan dan para penerima manfaat.
“Mari perayaan tahun baru ini kita jadikan momentum untuk lebih giat lagi dalam bekerja, lebih ikhlas lagi, lebih berintegritas lagi sehingga hasil kerja kita juga lebih baik,” jelasnya.
Ia mengibaratkan, dapur-dapur tersebut adalah sawah ladang bagi para karyawan. Jika sawah itu dikelola dengan baik, tanamannya dirawat dengan benar, maka tentu akan menghasilkan sesuatu yang lebih.
“Kalau ditanami jagung misalnya tapi tidak dirawat, maka jagungnya jelek,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Yayasan TPA Jember, H Widi Prasetyo mengungkapkan bahwa mendirikan dapur MBG, tidak hanya sulit tapi juga ruwet.
Katanya, keruwetan terjadi saat awal-awal mendirikan dapur MBG. Betapa tidak, gedung sudah dibangun lengkap dengan segala alat-alatnya, bahkan sudah diresmikan oleh Bupati Jember, Gus Fawait. Namun yang terjadi kemudian adalah nomor ID dapur tersebut, tiba-tiba hilang di peta lokasi dapur.
link video terkait:
“Kalau nomor ID-nya sudah tidak ada, berarti sudah selesai. Dapur sudah tidak mungkin beroperasi. Juga malu karena dapur sudah diresmikan bupati,” jelasnya.
Namun, lanjut Widi, owner SPPG Dapur Bintoro, H Achmad Sudiyono tidak menyerah. Katanya, ia terus berusaha mencari tahu kenapa nomor ID dapur yang sebelumnya sudah turun, akhirnya hilang.
“Beliau bersama saya ke Jakarta mengurusi lagi nomor ID itu. Singkat cerita setelah bolak-balik Jember-Jakarta sekian kali, akhirnya nomor ID berhasil didapat, alhamdulillah,” urainya.
Karena itu, ia meminta kepada karyawan agar dapur yang menjadi mata pencahariannya itu, betul-betul dirawat dan dijaga sehingga menghasilkan MBG yang bagus, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Salah satu caranya merawat dapur adalah bekerja sesuai dengan SOP. Misalnya menjaga kebersihan, menggunakan masker. Memang ini kelihatan sepele, tapi begitulah SOP-nya,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 150 orang yang terdiri dari karyawan dan staf tiga dapur: Dapur Bintoro 1, 2, dan 3. Sedangkan siraman rohani disampaikan oleh KH Abdul Azis. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh H Achmad (Jbr-1/WIL).



