Dari Jember untuk Indonesia: IHSAN Satukan Kekuatan Santri Lintas Pesantren
Jember, Portal Jawa Timur – Satu lagi simpul kekuatan santri lahir di Jember, Jawa Timur. Namanya Ikatan Himpunan Santri Alumni Nusantara (IHSAN). Sebuah wadah yang digagas untuk merajut kebersamaan lintas pesantren dalam satu visi besar: menguatkan peran santri bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Baca Juga: Menyalakan Cahaya Ilmu dari Pesantren: Jalan Beasiswa ISNU untuk Santri Jember
IHSAN resmi digulirkan di sela-sela Silaturahmi Santri yang berlangsung di aula MTs Negeri 1 Jember, Jumat (10/4/2026). Momentum ini kian bermakna dengan kehadiran langsung inisiatornya, KH. Muhammad Ali Cholil, cicit ulama kharismatik Syaikhona Cholil Bangkalan.
Baca Juga: Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Ini Pandangan Kaum Santri dan Nasionalis Jember
Dalam forum tersebut, Kiai Muhammad Ali menegaskan pentingnya persatuan dan kolaborasi di kalangan santri dan alumni. Menurutnya, kekuatan santri tidak cukup hanya terbangun dalam lingkup pesantren masing-masing, tetapi harus dirajut dalam jaringan yang lebih luas dan terorganisir secara nasional.
“Yang tak kalah penting, bangun silaturahmi dengan para pemimpin daerah. Dari sana, kontribusi santri akan semakin terasa nyata,” pesannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Cholil Kalimantan Timur itu menilai, selama ini telah banyak organisasi alumni berbasis pesantren seperti Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Nuris, Nurul Jadid, Darussholah, hingga Blok Agung Banyuwangi. Namun, IHSAN hadir sebagai ruang temu yang melampaui sekat-sekat almamater, menyatukan santri dalam satu barisan yang lebih solid.
“Dengan IHSAN, seluruh elemen itu bisa membaur. Bahkan, pengurus masing-masing organisasi pesantren otomatis menjadi koordinator dalam struktur IHSAN,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa gagasan besar ini bukan lahir secara instan. Sebelum mendeklarasikan IHSAN, dirinya telah melakukan silaturahmi ke sejumlah kiai dan pengasuh pesantren di berbagai daerah di Jawa, di antaranya KH. Murawakkil ‘Alallah (Genggong, Probolinggo), KH. Fuad Nurhasan (Sidogiri), serta para kiai di Jombang.
“Saya tadi dari Bondowoso membentuk IHSAN, lalu bergerak ke daerah lain. Besok kami agendakan bersilaturahmi ke Kiai Syadid Kencong dan Kiai Husni Lumajang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Jember, Hafid, menyambut hangat lahirnya IHSAN. Ia meyakini, kehadiran organisasi ini akan menjadi energi baru bagi penguatan peran santri dan alumni pesantren di tengah masyarakat.
“Ketika kita bersatu, kekuatan itu menjadi berlipat. IHSAN adalah langkah strategis ke arah itu,” tuturnya.
Lahirnya IHSAN menjadi penanda bahwa santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan, tetapi juga motor penggerak perubahan yang siap hadir, bersinergi, dan memberi dampak nyata bagi negeri.
IHSAN, dari Jember untuk Indonesia (Jbr-1/AAR).