Komunitas

Ketua PC Muslimat NU Jember: Mesti Ada Santunan Agar Pengajian Tak Kering dari Nilai Sosial

 Jember,  Portal Jawa Timur – Pengajian Rutin Jumat Manis kembali digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jember bekerja sama dengan PAC Muslimat NU Kalisat di penghujung bulan Oktober 2025.

Baca Juga: DLH Jember Berkolaborasi Dengan Muslimat NU Atasi Sampah

Pengajian kali ini dihelat di Balai Desa Patempuran Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: 21 Tahun Pengajian Jumat Manis Muslimat NU Kalisat Jember Menebar Manfaat

Kendati dihantui turunnya hujan karena cuaca tak lagi bersahabat, namun nyatanya terang. Hujan tidak jadi turun.

Alhamdulillah tidak hujan, lancar berkat pertolongan Allah,” ucap Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi.

Walaupun tanggal 22 Oktober sudah berlalu sebagai Hari Santri Nasional, namun Nyai Kam, sapaan akrabnya, masih menyinggung pentingnya masyarakat memeriahkan hari santri. Pasalnya, hari santri bukan cuma milik santri dan pesantren tapi juga milik masyarakat dan segenap bangsa Indonesia. Kenapa?

“Karena hari santri ditetapkan berlatar belakang peran santri dan kiai yang cukup besar dalam mengusir penjajah hingga Indonesia merdeka, bahkan saat mempertahankan kemerdekaan, santri berada di garda terdepan,” urainya.

Paduan suara Ranting Patempuran

Dalam kesempatan itu, panitia juga menyerahkan santunan untuk anak yatim dan du’afa. Hal ini dilakukan setiap Pengajian Jumat Manis.

Menurut Nyai Kam, santunan mesti dilakukan agar pengajian tak kering dari nilai-nilai sosial, dan menjadi ladang amal bagi para donator. Katanya, sejak awal, di pengajian rutin selalu ada pembagian santunan, baik berupa paket maupun uang.

“Mesti ada santunan agar pengajian rutin ini tak kering dari nilai sosial. Untuk itu, kami tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada para donator dan ibu-ibu yang ngasih bantuan lewat jimpitan,” ucapnya.

Selain itu juga,  ada pembacaan nadzom kitab Aqidatul Awam oleh Nyai Kam dan Ketua PAC Muslimat NU Kalisat, Rufaida Qonita, S.Pd. Hal ini dilakukan untuk menyegarkan ingatan masyarakat tentang pentingnya aqidah.

Ilmu tauhid merupakan salah satu pelajaran wajib di lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren-pesantren di Indonesia. Mengapa? Karena ia menyangkut hal paling fundamental dalam Islam, yakni iman. Ilmu ini biasa juga disebut ilmu aqidah.

Insyaallah ke depan, ini akan terus kita lakukan, kita baca di hadapan hadirin untuk menanamkan tauhid,” jelas Nyai Kam.

Dalam kesempatan itu, suasana pengajian cukup meriah lantaran ditampilkan hiburan musik rebana oleh ibu-ibu Muslimat dan NU. selain itu, juga ditampilkan paduan suara oleh Muslimat NU Ranting Patempuran.

Sedangkan jimpitan mendapat kurang lebih Rp2 juta  (Jbr-1/AAR).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!