Muslimat NU Jember Buka Tahun 2026 dengan Pengajian Rutin Jumat Manis
Jember, Portal Jawa Timur – PC Muslimat NU Jember membuka tahun 2026 dengan kegiatan Pengajian Rutin Jumat Manis. Kegiatan hasil kolaborasi PC Muslimat NU dengan PAC Muslimat NU Kalisat Jember itu dihelat di Desa Sukoreno Kecamatan Kalisat, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:Tingkatkan Performa Koperasi, KKS Annisa Jember Gelar Diklat Kelompok Ta’awun
Hujan yang mengguyur Jember dalam beberapa hari terakhir ini tidak menggerus semangat ibu-ibu dan para remaja untuk menghadiri kegiatan yang rutin digelar sejak 21 tahun yang silam itu.
Baca Juga: Bakti Sosial Pungkasi Kegiatan Muslimat NU Jember Tahun 2025
Kegiatan tersebut diisi dengan Peringatan Isra’ Mi’raj, sosialisasi dan pendistribusian garam, dan santunan untuk anak yatim.
Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi dalam tausiyahnya mengungkapkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj didahului oleh sebuah kejadian yang merajam luka di hati Nabi Muhammad SAW. Pasalnya dua orang dekatnya telah meninggalkan beliau untuk selama-lamanya.
Pertama, Abu Thalib, pamannya yang menjadi pelindung politik Nabi dari gangguan Quraisy. Kedua, istri tercintanya, Khadijah Al-Kubra. Beliau bukan hanya istri baginda Nabi Muhammad tapi juga penyokong dana dakwahnya. Keduanya wafat di waktu yang hampir bersamaan.
“Tahun itu disebut ‘Amul Huzni, tahun kesedihan,” jelasnya.
link video berita terkait:
Menurut Nya Kam, sapaan akrabnya, perintah salat disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad saat naik ke Sidratul Muntaha dalam peristiwa Isra’ Mi’raj itu.
“Salat itu penting, salah satu fungsinya bagi kehidupan manusia adalah melatih kedisiplinan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan sosialisasi dan pembagian garam made in Muslimat NU Jawa Timur bagi para jamaah. Garam beryodium dengan kualitas baik tersebut merupakan salah salah satu usaha bisnis yang dikembangkan koperasi Annisa Jawa Timur.
Sementara pemberian santunan bagi anak yatim tidak dilakukan di panggung karena guyuran hujan cukup deras, namun dilaksanakan di bawah tenda.
Hasil jimpitan saat acara berlangsung mencapai sekitar Rp2 juta (Jbr-1/NOV).



