Pendidikan

Resmi Bergelar Doktor, Dekan FISIP UIJ,  Chilmy Soroti Pentingnya Governansi Kolaboratif untuk Perempuan Rentan

Jember,  Portal Jawa Timur –Satu lagi doktor lahir dari Universitas Islam Jember (UIJ). Kali ini, gelar akademik tertinggi itu diraih oleh Nur Wahdatul Chilmy. Hari ini, Chilmy, sapaan akrabnya, resmi menyandang titel doktor di depan namanya setelah berhasil melewati Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej), Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Membanggakan, Dua Dosen UIJ Sabet Penghargaan di Kompetisi Akademik Internasional ICAI 2026

Keberhasilan tersebut menjadi catatan membanggakan, tidak hanya bagi Chilmy secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar UIJ. Sebagai Dekan FISIP UIJ, pencapaian akademik ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas kepemimpinan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga: Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ: Tak Ada Gunanya Pintar Tapi Tak Diterima Masyarakat

Ujian terbuka yang digelar di Aula FISIP Unej itu dipimpin oleh Dekan FISIP Unej, Dr. Suyani Indrasari. Turut hadir Rektor UIJ Ahmad Halid beserta tiga wakil rektor, serta sejumlah dekan di lingkungan Universitas Islam Jember yang memberikan dukungan langsung kepada Chilmy.

Dalam kesempatan itu, Chilmy mengangkat disertasi berjudul Governansi Kolaboratif dalam Program Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Kabupaten Jember Periode 2024–2025.

Menurut Chilmy, pemberdayaan PRSE di Jember berangkat dari persoalan perempuan yang bersifat multidimensional, tidak hanya menghadapi kemiskinan ekonomi tetapi juga berhadapan dengan kerentanan keluarga, rendahnya akses pendidikan, terbatasnya kesempatan kerja yang layak, pekerjaan informal dengan pendapatan tidak stabil, beban pengasuhan, risiko kekerasan, serta keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial.

“Karena itu, PRSE tidak dapat dipahami sebagai kelompok penerima bantuan tetapi sebagai kelompok perempuan yang mengalami akumulasi kerentanan dalam struktur sosial dan tata kelola pelayanan publik,” urainya.

Chilmy menambahkan, secara administratif Pemerintah Kabupaten Jember telah mengenali PRSE sebagai bagian dari Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Katanya, pengakuan administratif ini penting karena menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengidentifikasi dan menangani perempuan rentan.

“Namun temuan penelitian menunjukkan bahwa pengakuan administratif tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh sistem pemberdayaan yang terintegrasi,” jelasnya.

Dalam disertasinya, Chilmy menekankan bahwa penyelesaian persoalan perempuan rawan sosial ekonomi tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal agar program pemberdayaan benar-benar mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan perempuan secara berkelanjutan.

Keberhasilan Chilmy meraih gelar doktor mendapat apresiasi dari Rektor UIJ, Ahmad Halid. Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi UIJ sekaligus menunjukkan komitmen sivitas akademika UIJ dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Ia berharap gelar doktor yang diraih Chilmy tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan hikmah, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta melahirkan berbagai gagasan yang mampu memberikan solusi bagi pembangunan daerah.

“Kami ucapkan selamat, semoga bermanfaat bagi kampus dan masyarakat,” ucapnya (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!