Pendidikan

Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ: Tak Ada Gunanya Pintar Tapi Tak Diterima Masyarakat

Jember,  Portal Jawa Timur –  Pintar, cakap, dan sebagainya bukan satu-satunya syarat untuk menggapai sukses, apalagi bagi seorang guru. Sepintar apapun namun tidak diterima masyarakat, maka tiada gunanya kecakapan itu.

Demikian ditegaskan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ), Samanhudi saat memberikan sambutan dalam Rapat Terbuka Senat Fakultas Tarbiyah dengan Agenda Pengukuhan Yudisi Program Sarjana S1  Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di aula Miftahul Ulum Kompleks UIJ, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: Faperta Borong 19 Penghargaan di Ajang UIJ Award 2025

Menurutnya, salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh para guru adalah kompetensi individual. Kompetensi ini bersinggungan dengan akhlak dan tatakrama dalam bermasyarakat. Profesi guru tidak sama dengan profesi lainnya. Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru.

Baca Juga: Karya Tulis Mahasiswa UIJ, Akhyar Masuk 10 Besar LKTI Nasional di Unuja

“Sebaik apapun anda menyampaikan materi pelajaran, sebagus apapun kompetensi profesionalitas anda, tapi jika kompetensi kepribadiannya jelek, maka anda tidak diterima masyarakat,” ucapnya.

Karena itu, Simon berharap agar guru tetap rendah hati, sopan, tidak sombong dan sebagainya. Tapi jangan sekali-kali  merasa rendah diri, minder, merasa hina, dan sejenisnya.

“Rendahkan hatimu serendah-rendahnya, sehingga tidak ada orang yang merendahkanmu, tetapi kalau anda tinggi hati pasti orang merendahkanmu,” tegasnya.

Dosen alumni UIJ itu menegaskan betapa pentingnya akhlak yang mulia diperagakan dalam setiap jengkal hidup di alam fana ini. Cakap dan kaya tidak perlu disombongkan.

“Sepintar apapun Anda, pasti ada yang lebih pintar. Sekaya apapun pasti ada yang lebih kaya lagi. Maka akhlak menjadi penting hidup di tengah-tengah masyarakat. Tak ada gunanya pintar tapi tak diterima masyarakat,” jelasnya.

Selain kompetensi individual, lanjut Simon, masih ada 2 kompetensi lagi yang mesti dimiliki seorang guru. Pertama adalah kompetensi pedagogik. Ini terkait dengan kepiawaian seorang guru bagaimana merancang, merencanakan, dan melaksanakan tugas mengajar dengan baik.

“Itu betul-betul harus dilakukan,” jelasnya.

Kedua, kompetensi profesional. Kata, Simon, guru harus benar-benar profesional dalam melaksanakan kewajibannya, menguasai materi pelajaran, dan sebagainya.

“Guru tidak boleh ngahnguh, apalagi lulusan UIJ,” ucapnya.

Yudisium tersebut diikuti oleh 63 orang, yang berasal dari Prodi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Rektor UIJ, Achmad Halid, wakil Dekan Fakultas Tabniay dan dan kepala prodi (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!