Karya Tulis Mahasiswa UIJ, Akhyar Masuk 10 Besar LKTI Nasional di Unuja
Jember, Portal Jawa Timur – Hati-hati dalam berbicara. Sebab, jika lidah keseleo susah untuk ditarik, dan bisa menjadi sumber ketegangan. Maka kontrollah pembicaraan, jangan sampai melukai perasaan orang lain, lebih-lebih beda agama. Pasalnya, kesalahan berbicara akan berisiko dan punya dampak tidak baik.
Baca Juga: Termotivasi Keadaan Ekonomi Orang Tua, Wike Raih IPK 4 di Wisuda UIJ 2025
Di Indonesia bukan cuma Islam sebagai agama resmi tapi banyak agama. Oleh karena itu, sebaiknya kata-kata dikelola dengan baik agar tidak menyinggung perasaan penganut agama lain.
Baca Juga: Hadiri Wisuda UIJ, Mensos Gus Ipul: Kemiskinan Bukan Takdir tapi Tantangan yang Bisa Dikalahkan
Hal tersebut merupakan inti dari karya tulis Muhammad Akhyar Aji Saputra yang berjudul Adapting Speaking Etiquette in Digital Intercultural Communication: A Bibliometric Analysis.
Judul tersebut masuk 10 besar dalam Lomba Penulisan Karya Tulis Ilmiah Nasional yang digelar oleh Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo akhir Desember 2024.
Karya tulis dalam LKTI tersebut disyaratkan dibuat dalam dua bahasa: Indonesia dan Inggris.
Walaupun hanya masuk 10 besar, tepatnya di urutan ke-8, namun prestasi Akhyar cukup membanggakan. Sebab, peserta LKTI tersebut mencapai 300-an orang, yang berasal dari perguruan tinggi bonafid tanah air baik negeri maupun swasta.
“Alhamdulillah, ini berkat doa dan dukungan teman-teman juga,” ujar Akhyar di Jember, Ahad (8/6/2025).
Mahasiswa semester VI Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ) tersebut menambahkan, etika penting diterapkan saat berkomunikasi, termasuk dalam dunia digital yang kini tengah marak.
“Agar tidak ada yang terusik dengan kata-kata kita baik secara langsung maupun lewat media sosial,” tuturnya (Jbr-1/AAR).



