Krisis Energi Menggema, UIN KHAS Jember Matikan Mesin Sehari Penuh
Jember, Portal Jawa Timur – Krisis bahan bakar minyak (BBM) semakin menghantui Indonesia bahkan dunia menyusul penutupan selat Hormuz akibat perang antara Amerika Serikat-Israel kontra Iran.
Baca Juga: Dari Kampus ke Mimbar Umat: Jejak Besar UIN KHAS Jember di Organisasi Keagamaan
Mengantisipasi potensi krisis energi, pemerintah menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah penghematan energi. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah yang mulai berlaku sejak 1 April 2026.
Baca Juga: Menuju Kampus Berdaya Saing, UIN KHAS Jember Lakukan Benchmarking ke ITS
Merespons situasi tersebut, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menghadirkan aksi konkret pada Kamis (16/4/2026) melalui gerakan bertajuk 1 Hari Tanpa BBM. Suasana kampus yang biasanya dipadati kendaraan bermotor mendadak berubah hening, tanpa hiruk-pikuk lalu lintas di pintu gerbang.
Seluruh pegawai yang hendak menuju kantor diwajibkan berjalan kaki. Kendaraan mereka diparkir di halaman Gedung Pascasarjana, lalu bersama para pimpinan berjalan menuju halaman rektorat. Bagi yang memilih alternatif, sepeda ontel disediakan dengan titik keberangkatan yang sama.
Tepat pukul 06.00 WIB, rombongan dilepas oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, H. Nawawi.
Setibanya di halaman rektorat, para peserta langsung mengikuti senam pagi bersama. Sementara itu, pegawai yang menggunakan sepeda ontel terlebih dahulu mengelilingi area kampus sebelum akhirnya bergabung dalam kegiatan senam.
Usai berolahraga, aktivitas berlanjut dengan mengunjungi lapak bazar UMKM di sekitar halaman rektorat yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan UIN KHAS Jember.
Menurut Nawawi, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap upaya efisiensi energi di tengah ancaman krisis global.
“Gerakan ini menjadi bukti kepedulian civitas akademika dalam melakukan efisiensi BBM di tengah krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun tampak sederhana, gerakan ini membawa pesan kuat bahwa penghematan energi dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, pihak kampus berkomitmen menjadikan gerakan 1 Hari Tanpa BBM sebagai agenda rutin setiap hari Kamis.
“Kami berupaya agar gerakan ini dapat berlangsung secara konsisten di lingkungan kampus,” pungkasnya (Jbr-1/WIL).



