Kuota Hampir Penuh, Program S3 Unisda Lamongan Jadi Rebutan
Pendaftaran Ditutup Tanggal 7 April 2026
Lamongan, Portal Jawa Timur – Kebutuhan akan pendidikan tinggi terus mengalami peningkatan seiring laju perkembangan zaman. Standar kualifikasi pun ikut bergerak naik. Jika pada masa lalu lulusan strata satu (S1) sudah cukup untuk menjadi dosen, kini hal itu tidak lagi relevan. Dunia akademik menuntut kualitas lebih tinggi, minimal gelar magister (S2) menjadi syarat utama untuk memasuki profesi tersebut.
Baca Juga: S3 Tak Lagi Elitis, Unisda Lamongan Hadirkan Pendidikan Doktoral Berkualitas dengan Biaya Terjangkau
Di sisi lain, realitas biaya pendidikan juga tak bisa diabaikan. Kian hari, biaya kuliah semakin tinggi. Meski pemerintah pusat maupun daerah telah menghadirkan berbagai skema beasiswa, faktanya tidak semua calon mahasiswa beruntung mendapatkannya. Masih banyak masyarakat yang harus berjuang mandiri demi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dalam konteks inilah, kehadiran Program Doktor Pendidikan Agama Islam dan Studi Islam di Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan menjadi angin segar. Program ini membuka peluang luas bagi masyarakat untuk meraih gelar doktor dengan biaya yang relatif terjangkau, tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Ketua Program Doktor Unisda, Prof. Babun Suharto, menegaskan bahwa pihaknya serius menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan tinggi guna mencetak lulusan doktor yang unggul dan kompetitif.
“Untuk masing-masing program, calon mahasiswa hanya wajib membayar Rp55 juta hingga selesai,” ujarnya di Lamongan, Ahad (29/3/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kedua program tersebut menawarkan 18 peminatan atau konsentrasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di antaranya Agama dan Kesehatan, Agama dan Kebijakan Publik, Politik Islam, hingga Hukum Islam. Ragam pilihan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan secara lebih spesifik dan aplikatif.
Dari sisi tenaga pengajar, Unisda juga tidak main-main. Sebanyak 23 dosen berkualifikasi tinggi disiapkan untuk mendampingi proses akademik. Nama-nama besar seperti Prof. Dr. Nusyam, Prof. Dr. Masdar Hilmi, Prof. Dr. Miftah Arifin, hingga Prof. Babun sendiri menjadi bagian dari kekuatan akademik yang dimiliki.
“Kurikulum kami susun berbasis kebutuhan pasar dan perkembangan zaman, serta diampu oleh dosen-dosen berkualitas. Saat ini kuota sudah hampir terpenuhi, hanya tersisa sedikit. Masyarakat masih memiliki kesempatan hingga 7 Maret 2026,” pungkasnya.
Dengan kombinasi biaya terjangkau, kualitas pengajar yang mumpuni, serta kurikulum yang adaptif, program doktor ini menjadi salah satu alternatif strategis bagi masyarakat yang ingin melangkah lebih jauh dalam dunia akademik tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi (Jbr-1/AAR).



