Membanggakan, Dua Dosen UIJ Sabet Penghargaan di Kompetisi Akademik Internasional ICAI 2026
Jember, Portal Jawa Timur – Dua dosen Universitas Islam Jember (UIJ) mengukir prestasi yang cukup membanggakan di forum Internasional. Keduanya adalah Arifin Nur Budiono dan Yurike Kinanthy Karamoy.
Baca Juga: Raih IPK Tertinggi D3 Kebidanan UIJ, Uswah Sebut Tanggung Jawab Bidan Berat
Keduanya mengikuti ajang International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026, sebagai delegasi UIJ. ICAI merupakan ajang kompetisi akademik dan inovasi internasional yang diinisiasi oleh CeL KODELN (Center for Lecturer–Kolaborasi Dosen Lintas Negara) bersama jejaring CeL di Malaysia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para akademisi dari berbagai negara untuk mempresentasikan sekaligus mengompetisikan karya ilmiah dan inovasi terbaiknya.
Baca Juga: Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ: Tak Ada Gunanya Pintar Tapi Tak Diterima Masyarakat
ICAI 2026 diikuti peserta dari sejumlah negara, yakni Indonesia, Malaysia, Burundi, Suriname, dan United Kingdom (Inggris), sehingga persaingan berlangsung cukup ketat dengan melibatkan karya-karya akademik berkualitas dari berbagai perguruan tinggi.
Di ajang bergengsi tersebut, Arifin berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada bidang pendidikan, yakni Juara III kategori Buku dan Juara II kategori Artikel.
Pada kategori buku, dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UIJ itu tampil sebagai penulis tunggal melalui karya berjudul Resiliensi: Kerangka Konseptual, Psikologis dan Psikososial dalam Perspektif Pendidikan.
“Alhamdulillah, buku tersebut dapat penghargaan di ajang ICAI 2026,” ujarnya di Jember, Senin (20/7/2026).
Prestasi Arifin tidak berhenti di kategori buku. Pada kompetisi yang sama, ia juga berhasil meraih Juara II kategori artikel ilmiah melalui tulisan berjudul Emotional Counselling to Support Self-Regulated Learning and Academic Resilience: An Exploratory Mixed-Method Study.
Berbeda dengan kategori buku yang ditulis secara mandiri, artikel ilmiah tersebut disusun bersama koleganya sesama dosen UIJ, Yurike Kinanthy Karamoy.
“Saya penulis pertama, Ibu Yurike penulis kedua di artikel itu, dan alhamdulliah juga dapat penghargaan (Juara II),” jelasnya.
Buku Resiliensi: Kerangka Konseptual, Psikologis dan Psikososial dalam Perspektif Pendidikan menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep resiliensi dalam kehidupan manusia, khususnya di lingkungan pendidikan. Buku tersebut berangkat dari gagasan bahwa resiliensi tidak lagi cukup dipahami sebagai sifat atau kekuatan personal yang membuat seseorang mampu bertahan ketika menghadapi kesulitan. Lebih dari itu, resiliensi dipandang sebagai proses yang dapat dibangun melalui interaksi antara faktor psikologis, sosial, dan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya kemampuan individu dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, melalui artikel Emotional Counselling to Support Self-Regulated Learning and Academic Resilience: An Exploratory Mixed-Method Study, Arifin dan Yurike mengangkat pendekatan konseling emosional sebagai strategi untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan mengatur proses belajarnya (self-regulated learning), sekaligus memperkuat resiliensi akademik. Penelitian tersebut menawarkan perspektif bahwa penguatan aspek emosional memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian belajar, daya juang, serta kemampuan peserta didik menghadapi tekanan akademik.
Rangkaian kompetisi ICAI 2026 berlangsung selama hampir tiga bulan. Tahapan dimulai dari pendaftaran peserta pada 10 April hingga 5 Juli 2026. Selanjutnya, pengumpulan karya dilaksanakan pada 6–8 Juli 2026, kemudian memasuki proses penjurian pada 9–13 Juli 2026.
Pengumuman para pemenang dilaksanakan pada 19 Juli 2026 dalam rangkaian International Conference yang diselenggarakan secara hybrid, dengan kegiatan luring dipusatkan di Yogyakarta, Indonesia.
Prestasi yang diraih Arifin Nur Budiono dan Yurike Kinanthy Karamoy menjadi bukti bahwa dosen UIJ mampu bersaing di tingkat internasional melalui karya ilmiah yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan dan konseling. (Jbr-1/AAR).



