News

Usai Ditunjuk Ketua Karteker PCNU Jember, Prof Babun Bergerak Temui Para Kiai Sepuh

Jember,  Portal Jawa Timur –Tak berselang lama setelah ditunjuk sebagai Ketua Karteker PCNU Jember, Prof Babun Suharto langsung bergerak melakukan konsolidasi kultural dengan mendatangi sejumlah kiai dan pengasuh pesantren di wilayah Jember utara, Ahad (19/7/2026).

Baca Juga: Akhirnya Disepakati, Pesantren Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Dalam kunjungan tersebut, Prof Babun tidak sendirian tapi didampingi jajaran Karteker PCNU Jember, yakni KH Abdul Haris (katib), Pujiono Abdul Hamid (wakil ketua), Moh. Kholili (wakil sekretaris), Alfian Futuhul Hadi (anggota), serta Mas Haikal.

Baca Juga: Dari Pakusari Jember, Spirit NU Menggema: Berkhidmah di Atas Segalanya

Silaturahmi tersebut menjadi langkah awal Prof Babun dalam menjalankan amanah barunya, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para kiai sepuh dan tokoh pesantren yang selama ini menjadi penjaga tradisi serta ruh perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) di Jember.

Sejumlah kiai yang dikunjungi Prof Babun dan rombongan di antaranya adalah pengasuh Pondok Pesantren Sumberbringin, Ra Izzat Umari; pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono, KH Yazid Karimullah; serta pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Taman Baru Kalisat, KH Achmad Sanusi.

Bersama Ra Izzat Umari

Menurut Prof Babun, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk sowan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan para kiai sebagai wujud penghormatan kepada kiai kultural. Bagi dirinya, keberadaan para kiai pesantren merupakan kekuatan besar yang selama ini menopang perjalanan NU.

Katanya, mereka adalah pilar utama penyangga NU yang selama ini tulus berhidmah untuk NU.

“Mereka kita sowani sebagai sesepuh NU, dan pilar penyangga NU yang cukup kokoh,” ucapnya.

Selain mempererat hubungan kultural, Prof Babun juga meminta dukungan, doa, dan restu para kiai agar Karteker PCNU Jember mampu menjalankan amanah dengan baik meski memiliki waktu kerja yang relatif singkat. Salah satu tugas utama yang harus segera dipersiapkan adalah penyelenggaraan konferensi cabang (Konfercab) PCNU Jember.

Menurutnya, perjalanan NU di Jember selama ini sudah berjalan dengan baik. Namun, ke depan diperlukan langkah-langkah penguatan agar NU semakin memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Sekarang NU sudah baik, kita ingin NU ke depan lebih baik lagi agar NU semakin berdaya guna bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, KH Achmad Sanusi memberikan sejumlah pesan penting kepada Prof Babun dan jajaran Karteker PCNU Jember. Ia berharap kepengurusan NU Jember ke depan mampu menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam perpecahan.

Menurutnya, NU Jember harus mampu merangkul seluruh elemen pesantren, terutama keluarga besar atau dzurriyah para pejuang awal NU di Jember yang memiliki jasa besar dalam membangun fondasi organisasi.

Beberapa di antaranya adalah Bani Shiddiq, Bani Sumberbringin, Bani Musikan Kalisat, Bani Syamsul Arifin Silo, Bani Hannan Tanggul, dan berbagai keluarga besar pejuang NU lainnya.

“Tim Karteker harus berani menata kembali NU Jember sebaik mungkin,” ucapnya.

KH Achmad Sanusi juga mengingatkan bahwa dalam tradisi NU, keputusan-keputusan besar tidak hanya bertumpu pada pertimbangan rasional dan mekanisme organisasi, tetapi juga memperhatikan nilai spiritual melalui istikharah para kiai sepuh dan ulama khos.

Ia menyebut, suara langit atau petunjuk spiritual dari para ulama merupakan bagian penting dalam menjaga arah perjuangan NU. Karena itu, NU Jember perlu kembali menghidupkan tradisi tersebut serta mengedepankan kepentingan jamiyah dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Para ulama dulu tidak pernah berebut jabatan di NU. Justru mereka saling berebut untuk menolak, bahkan jabatan tertinggi sekalipun. Ini adalah akhlak yang utama,” pungkasnya.

Kunjungan Prof Babun ke para kiai pesantren tersebut menjadi sinyal awal bahwa Karteker PCNU Jember akan mengedepankan pendekatan kultural, merawat hubungan dengan para ulama, serta memperkuat kembali nilai-nilai kebersamaan yang menjadi karakter utama Nahdlatul Ulama (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!