Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian Jumat Manis Muslimat NU Jember, Muharram Jadi Momentum Memperbaiki Diri
Jember, Portal Jawa Timur –Pengajian Jumat Manis kembali digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jember berkolaborasi dengan PAC Muslimat NU Kalisat, Jumat (3/7/2026). Kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda rutin tersebut dipusatkan di Balai Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, dan dihadiri sekitar 1.500 jamaah.
Para jamaah tidak hanya berasal dari anggota Muslimat NU Kalisat, tetapi juga dari kelompok-kelompok pengajian dari Karang Paiton, Sumberanget, Sembergadung, Slateng, Lembengan, Sukowiryo, hingga Jelbuk. Kehadiran ribuan jamaah mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam menyambut syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah antarsesama warga Nahdliyin.
Baca Juga: Bakti Sosial Pungkasi Kegiatan Muslimat NU Jember Tahun 2025
Pengajian kali ini mengusung tema sentral Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, sebagai momentum untuk melakukan muhasabah diri sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak di tahun yang baru.
Dalam tausiyahnya, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi, menyampaikan bahwa bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah anjuran menjalankan puasa sunnah pada hari Tasu’a dan Asyura yang memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa-dosa selama setahun yang telah lalu.
“Marilah kita isi tahun baru Islam ini dengan ibadah dan kebaikan,” ucapnya.
Nyai Kam—sapaan akrabnya—menambahkan, ciri orang yang baik adalah mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk terus memperbaiki diri. Ia kemudian menukil hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah tergolong orang yang merugi. Bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang celaka.” (HR Al Hakim).
“Jadilah kita orang-orang yang beruntung, dan mari kita jadikan tahun baru Islam ini sebagai momentum memperbaiki diri” tuturnya.
link video terkait:
Seperti biasa, di sela-sela rangkaian pengajian juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut merupakan bagian dari bentuk pertanggungjawaban pengurus Muslimat NU kepada para donatur dan penyumbang sukarela yang berpartisipasi melalui program jimpitan. Tradisi berbagi ini telah menjadi salah satu ciri khas Pengajian Jumat Manis yang terus dipertahankan dari waktu ke waktu sebagai wujud kepedulian sosial kepada sesama.
“Alhamdulillah jimpitan kali ini dapat sekitar Rp3 juta,” pungkasnya.
Pengajian Rutin Jumat Manis sendiri telah berlangsung secara konsisten setiap bulan sejak tahun 2004. Pada awal penyelenggaraannya, kegiatan ini diinisiasi oleh PAC Muslimat NU Kalisat. Seiring perjalanan waktu, cakupan dan antusiasme jamaah terus berkembang hingga akhirnya pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi bersama PC Muslimat NU Jember. Sinergi tersebut semakin memperkuat peran pengajian sebagai media dakwah, pembinaan keagamaan, sekaligus sarana mempererat silaturahmi di lingkungan Muslimat NU (Jbr-1/AAR).



