Pendidikan

Perkuat Perlindungan Anak, Dosen Universitas Jember Latih Guru SD dan Kembangkan Pojok Lapor di Empat Sekolah

Jember,  Portal Jawa Timur –Tim Program Dosen Mengabdi di Desa Asal (Prosendidesa) Universitas Jember sukses menyelenggarakan pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan serta bullying bagi guru sekolah dasar di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Kamis (2/7).

Kegiatan tersebut  merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Sistem Perlindungan Anak untuk Mewujudkan SDGs Desa Ramah Anak melalui Pelatihan Guru dan Pengembangan Pojok Lapor di Desa Sumberkejayan.”

Pelatihan diikuti oleh guru-guru sekolah dasar di Desa Sumberkejayan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Program ini dipimpin oleh Fathan Fihrisi, M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jember, bersama tim pengabdian dari Universitas Jember.

Ketua tim pengabdian, Fathan Fihrisi menjelaskan bahwa guru memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mengenali, mencegah, dan menangani berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak. Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat kompetensi guru agar tidak hanya memahami regulasi tentang perlindungan anak, tetapi juga mampu menangani kasus secara tepat, empatik, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Pelatihan mengacu pada Modul Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Bullying bagi Guru SD di Desa Sumberkejayan yang disusun oleh tim pengabdian. Materi yang diberikan meliputi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, konsep dan bentuk-bentuk kekerasan, faktor penyebab dan dampak bullying, peran guru dalam pencegahan dan penanganan kasus, hingga Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kekerasan di sekolah.

Selain itu, peserta juga dibekali penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Selain penyampaian materi, peserta mengikuti diskusi kelompok, analisis studi kasus, simulasi penanganan kasus, serta role play yang dirancang menyerupai kondisi nyata di sekolah. Metode tersebut bertujuan agar guru tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam mengambil keputusan ketika menghadapi kasus kekerasan maupun bullying.

Pada sesi praktik, materi disampaikan oleh Erdi Istiaji, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, yang membimbing peserta melalui berbagai simulasi penanganan kasus kekerasan dan bullying di sekolah.

Sementara itu, Zidni Nuris Yuhbaba, S.Kep., Ners., M.Kep., dosen Fakultas Keperawatan Universitas dr. Soebandi Jember, memfasilitasi kegiatan simulasi kasus dan role play sehingga peserta dapat berlatih melakukan asesmen awal, komunikasi empatik, serta langkah-langkah penanganan kasus secara kolaboratif.

Menurut tim pengabdian, pendekatan berbasis simulasi menjadi bagian penting dalam pelatihan karena guru dituntut mampu merespons situasi secara cepat, tepat, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Program pengabdian ini tidak berhenti pada pelatihan guru. Tahap berikutnya mulai 10 Juli 2026 akan dilaksanakan pengembangan Pojok Lapor  di empat sekolah dasar yang berada di Desa Sumberkejayan. Pojok Lapor akan menjadi sarana pelaporan yang aman, ramah anak, dan menjaga kerahasiaan siswa yang mengalami ataupun menyaksikan tindakan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.

Melalui pengembangan Pojok Lapor Anak tersebut, tim pengabdian juga akan melakukan pendampingan kepada sekolah dalam penyusunan mekanisme pelaporan, penguatan SOP perlindungan anak, serta implementasi sistem perlindungan anak yang berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung tercapainya SDGs Desa Ramah Anak di Desa Sumberkejayan (Jbr-1/WIL).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!