Olahraga

Kongres Biasa Askab PSSI Jember Ricuh, Nyaris Terjadi Baku Pukul, Ini Penyebabnya

Jember,  Portal Jawa Timur –  Askab PSSI Jember tidak baik-baik saja. Buktinya, Kongres Biasa Askab PSSI Jember yang berlangsung di aula Dira Park Ambulu, Rabu (10/12/2025), ricuh. Tidak hanya ricuh tapi nyaris terjadi baku pukul antara peserta dengan pihak panitia.

Baca Juga: Abdullah Waid Nahkodai Askab PSSI Jember: Amanah Baru, Ini Baru Amanah

Kericuhan terjadi lantaran sejumlah peserta merasa penyelenggaraan kongres tersebut, tidak fair, bahkan melanggar statuta PSSI.

Baca Juga: Terpilih Sebagai Ketua Askab PSSI Jember, Waid: Filosofi Sepak Bola adalah Kerja Sama

Dua peserta kongres, tiba-tiba menghentak aula pertemuan. Keduanya adalah Nila Widya, Wakil Sekretaris Askab PSSI Jember, dan Mila Wahyuningtyas, Anggota Komite Media Askab PSSI Jember.

Awalnya, Nila biasa-biasa saja saat mengajukan protes. Ia mempersoalkan kenapa kongres tersebut tidak melibatkan sekretaris, Jaya Hartono. Buktinya, yang tanda tangan di surat undangan bukan dia tapi pengurus lain.

Nila juga menyoal pemberitahuan kongres bagi vooter, sesuai statuta PSSI, seharusnya dilakukan 2 bulan sebelumnya, sedangkan di statuta yang baru disebut 4 minggu sebelumnya.

“Tapi dalam pelaksanaan kongres kali ini, vooter baru diberitahu 3 hari sebelumnya, ini jelas melanggar statuta,” katanya.

Nila saat protes kongres yang dinilainya melanggar statuta PSSI

Tapi rupanya jawaban pimpinan sidang yang juga Wakil Ketua  Askab PSSI Jember, Andik Slamet tidak memuaskan, sehingga membuat Nila marah. Srikandi sepakbola Jember itu maju ke depan menggebrak meja, dan di situlah terjadi saling dorong antara panitia dengan Nila dan pendukungnya. Suasana kongres memanas.

Belum reda,  ganti Mila Wahyuningtyas yang melakukan protes. Ia menilai bahwa kongres tidak sesuai statuta. Karena itu, ia meminta agar kongres ditunda dulu karena ada tahapan yang tidak dilalui.

“Kongres harus ditunda, jalani tahapannya dulu sebelum masuk ke kongres,” teriaknya.

Menurut Tyas, tahapan yang dimaksud adalah buku rencana kerja Askab PSSI Jember seharusnya diterima peserta kongres 45 hari sebelum pelaksanaan. Tapi dalam kongres kali ini, draft rancangan kerja baru dibagikan kepada peserta saat kongres mau dimulai.

“Ini kan melanggar statuta. Bagaimana kami bisa mempelajari rencana kerja itu kalau baru tahu hari ini juga,” ucapnya.

Selain itu, Tyas juga mempertanyakan undangan untuk peserta Kongres yang baru dikirim 3 hari yang lalu.

“Sesuai statuta, kan 60 hari sebelumnya sudah kami terima. Itu statuta lama, statuta baru, 4 minggu sebelumnya,” urainya.

Namun lagi-lagi jawaban Andik Slamet tidak memuaskan, hingga memaksa Tyas maju ke depan meja pimpinan sidang. Sambil pegang microfon ia berteriak-teriak bahwa kongres tidak sah.

Berkali-kali Tyas didorong ke belakang oleh panitia agar tertib dan duduk kembali, namun ia bergeming. Bahkan microfon yang dipegangnya sempat direbut oleh panitia, tapi mempan. Terjadi adu kuat rebutan microfon antara laki-laki dengan perempuan, akhirnya dimenangkan srikandi sepakbola Jember itu. Terjadi kegaduhan yang sungguh memalukan.

Sejumlah peserta kongres pun memilih keluar ruangan, namun diimbau masuk lagi oleh panitia.

Sementara itu, Andik Slamet mengungkapkan bahwa protes dalam sebuah kongres, itu hal biasa.

“Terjadi miss tadi, ya biasalah,” katanya.

Andik menerangkan, kongres memang harus dilaksanakan sebagai pertanggungjwaban kinerja Askab PSSI Jember  selama tahun 2025.

“Lah, kalau kita gak melaksanakan justru bermasalah. Kecuali kita tidak melaksanakan program kerja, baru mereka bisa protes,” katanya (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!