H Achmad Sudiyono, Owner Dapur MBG di Jember: Kisah Tentang Semangat Bekerja Tak Luntur di Usia Senja
Jember, Portal Jawa Timur – Orang yang sudah purna tugas alias pensiun lazimnya tak begitu semangat bekerja. Kebanyakan mereka hanya duduk manis, mengisi waktu dengan menemani cucu. Dan sesekali berkegiatan ringan hanya sekadar mencari keringat agar metabolisme tubuh tetap terjaga. Tapi ini tidak berlaku bagi H Achmad Sudiyono, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
H Achmad, sapaan akrabnya, sudah lama meninggalkan hiruk pikuk birokrasi. Saat ini usianya bahkan genap 64 tahun pada tanggal 23 Mei 2025 nanti. Sebuah usia yang sebenarnya cukup senja. Tapi ia tetap semangat berkegiatan dan lincah mencari peluang usaha.
Baca Juga: H Achmad Sudiyono: Pak Hadi Sasmito Belum Tentu Salah. Yang Saya Tahu Dia Pekerja Keras
Bupati Jember Jawa Timur Muhammad Fawait mengaku heran dengan semangat H Achmad yang terus bergelora untuk bekerja. Kata Gus Fawait, dirinya tidak melihat H Achmad sebagai sosok yang melempem, tidak gesit. Namun ia tetap lincah mencari dan memanfaatkan peluang yang ada. Buktinya, dialah orang pertama kali dari kalangan swasta yang mendirikan Dapur MBG 2 unit sekaligus.
Baca Juga: H Achmad Sudiyono: Jangan Karena Gus Fawait, Tapi Niatkan untuk Membangun Jember
“Luar biasa, ini pertama di Kabupaten Jember dari pihak swasta. Ternyata yang muda-muda malah kesalip sama para senior,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Peresmian dan Tasyakuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), di Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang, Senin (12/5/2025).
Bagi H Achmad, usia boleh tua tapi semangat untuk berkegiatan dan memberi manfaat bagi orang lain tak boleh luntur. Selama hayat masih dikandung badan, selagi jantung belum berhenti berdegub, ia tetap semangat berkegiatan.
Setelah out dari birokrasi sekian tahun yang lalu, H Achmad menekuni biro perjalanan haji dan umroh. Lalu ia mencoba mengadu keberuntungan di jalur politik. Saat itu, ia sudah mantap nyaleg untuk DPR RI lewat Partai NasDem, namun ini kandas menjelang penetapan caleg.
Gagal menjadi caleg, H Achmad masih setia menguber usaha di jalur politik. Kali ini ia terjun dalam kontestasi Pilkada 2024. Tapi usaha ini juga gagal.
“Tidak masalah, gagal dan sukses itu adalah hal biasa. Niat saya hanya satu: ingin memberi manfaat bagi orang lain jika saya ditakdirkan jadi anggota DPR, atau apapun,” jelasnya kepada Portal Jawa Timur, Selasa (12/5/2025).
Gagal nyaleg, H Achmad banting setir, namun masih di lorong politik. Ia ditunjuk menjadi pembina tim pemenangan Gus Fawait-Djoko Susanto di Pilkada 2024. Dan kali ini berhasil.
“Tugas saya hanya berkontribusi bersama yang lain untuk memenangkan Gus Fawait-Pak Djoko. Setelah itu selesai,” tambahnya.
Pilkada sudah usai, dan Gus Fawait-Djoko sudah dilantik. H Achmad jeda dari kegiatan politik. Ia melihat peluang yang cukup bagus dalam program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
H Achmad melalui Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) Jember mendirikan 2 Dapur MBG. Dan dapur ke-3 juga sudah siap didirikan.
Selaku owner, H Achmad melihat Dapur MBG banyak manfaatnya tidak hanya bagi anak sekolah tapi juga masyarakat. Ada penyerapan tenaga kerja dan pergerakan ekonomi masyarakat juga terkerek naik karena penyuplai bahan makanan Dapur MBG melibatkan pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, ini bisa terwujud. Kami bisa memberi manfaat bagi orang lain,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).



