MBG BINTORO

H Achmad Sudiyono: Banyak Calon Mitra Mampu Bangun Dapur MBG di Jember, Tapi Kuotanya Sudah Penuh

Jember,  Portal Jawa Timur – Kabupaten Jember mendapat kuota 250 titik lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan target penerima manfaat sekitar 875.000 orang. Patut disyukuri bahwa 250 titik itu sudah ada pemiliknya. Artinya secara administrasi dapur-dapur itu sudah terkapling titik koordinatnya oleh calon mitra SPPG.

Baca Juga: Dapur MBG Bintoro Jember Sajikan Makanan Hasil ‘Request’

Walaupun demikian hingga saat ini hanya sebagian kecil dari 250 titik itu yang fisik gedung dapur MBG-nya sudah dibangun. Jika kapling-kapling titik koordinat dapur itu tidak segera dibangun, dikhawatirkan target Kabupaten Jember untuk mempunyai dapur MBG sebanyak 250 unit akhir tahun  2025, tak tercapai.

Baca Juga: Kapolsek Sumbersari Sebut H Achmad Sudiyono Pioner SPPG Dapur MBG di Jember

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh perintis Dapur MBG di Jember, H Achmad Sudiyono. Menurutnya, tahun 2025 akan berakhir  dalam 5 bulan lagi, maka jika dapur-dapur itu tidak segera dibangun, Jember sulit memenuhi target yang ujung-ujungnya hak masyarakat untuk menikmati MBG tidak tak terpenuhi.

Oleh karena itu, katanya, bagi ‘pemilik’ yang sulit merealisasikan pembangunan dapur MBG, sebaiknya BGN menarik izinnya agar titik koordinatnya bisa diisi oleh calon mitra yang lain.

“Banyak yang mampu membangun Dapur MBG di Jember, tapi kuotanya sudah penuh. Makanya kalau yang sudah punya izin tapi tidak bisa mambangun (Dapur MBG), mungkin bisa dialihkan, biar digarap orang lain yang berkomitmen untuk membantu pemerintah membangun dapur MBG,” jelas H Achmad di Jember, Kamis (4/8/2025).

Ia memaklumi jika pemerintah menginginkan segera terbangunnya dapur MBG di seluruh pelosok Indonesia, termasuk Jember. Sebab, MBG adalah program unggulan Presiden Prabowo yang ditunggu-tunggu masyarakat. Dapur MBG yang sudah jalan, bahkan mendapat apresiasi dari banyak negara.

“MBG penting karena berhubungan dengan peningkatan gizi masyarakat kelompok rentan, dan terkait juga dengan proyeksi SDM masa depan bangsa,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!