Dapur MBG Bintoro Jember Sajikan Makanan Hasil ‘Request’
Jember, Portal Jawa Timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Grartis (MBG) Bintoro Jember terus memanjakan lidah penerima manfaat dengan menyajikan menu-menu yang sesuai keinginan mereka. Hari ini, Jumat 29 Agustus 2025, Dapur MBG Bintoro menyuguhkan menu hasil request siswa-siswi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kapolsek Sumbersari Sebut H Achmad Sudiyono Pioner SPPG Dapur MBG di Jember
Owner Dapur MBG Bintoro Jember Jawa Timur, H Achmad Sudiyono selalu memantau distribusi sekaligus menyerap aspirasi penerima manfaat MBG. Untuk itu, H Achmad mempersilakan atau menawarkan siswa-siswa untuk ingin memesan makanan yang disukai asalkan tidak keluar konsep dari Badan Gizi Nasional (BGN) khususnya yang terkait dengan kecukupan gizi, karbohidrat, dan sebagainya.
Baca Juga: Perdana Meriahkan HUT ke-80 RI, Dapur MBG Bintoro Jember Gelar Lomba
Ternyata tawaran itu direspons oleh siswa. Mereka mengusulkan menu yang mereka diinginkan. Usulan tersebut ditulis di kertas dan ditaruh di nampan makanan (foodtray) yang isinya sudah dimakan.
“Jadi dari beberapa masukan atau usulan yang ditaruh di foodtray, kami mencoba memenuhinya dengan harapan agar isi foodtray tak tersisa, dimakan semua,” ujarnya di Jember, Jumat (29/8/2025).
Namun H Achmad tidak serta merta memutuskan sendiri. Sebab, ia hanya owner yang tidak berhak mengatur menu makanan MBG. Katanya, Dapur MBG dikepalai oleh seorang kepala dapur yang menentukan menu makanan sesuai standar dari BGN.
“Saya hanya menyampaikan request dari penerima manfaat, selanjutnya terserah kepala dapur yang notabene merupakan perwakilan BGN,” jelasnya.
Berdasarkan request itu, maka nampan makanan hari ini berisi sandwich, susu kentang, lengkeng, susu kotak maxinutri 115 miligram, dan sayuran yang terdiri dari tomat, selada, timun, mayonis dan sebagainya. Juga ada roti sebagai pengganti nasi.
Menurut Kepala Dapur MBG Bontoro, Eka Wildani Kholafatur Rahmah, menu-menu tersebut sudah memenuhi keseimbangan standar gizi, sehingga pas dikonsumsi. Nilainya per porsi ada yang Rp10.000, juga ada yang Rp8.000 sesuai dengan tingkatan penerimanya.
“Memang tidak ada nasi. Nasi kami ganti dengan roti yang juga mengandung karbohidrat,” jelasnya (Jbr-1/WIL).



