Bucin Kesianak Libatkan 1.000 Nakes Siap Turunkan AKI-AKB dan Stunting di Jember
Jember, Portal Jawa Timur – Namanya Bucin Kesianak. Bukan nama orang tapi nama program baru pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur. Bucin Kesianak adalah akronim dari Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak.
Baca Juga: Wow, Dinas Sosial Jember Terbaik Pelayanan Publik di Antara 514 Dinsos se-Indonesia
Program tersebut diumumkan oleh Bupati Jember Jawa Timur Muhammad Fawait dalam acara Pro Gus’e di halaman Kantor Bupati Jember, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: Oh, PMKS Muncul, Dioperasi Muncul Lagi, dan Muncul Lagi
Menurut Gus Bupati, sapaan akrabnya, program Bucin Kesianak masih dirancang, dan akan segera dilaksanakan. Katanya, lahirnya Bucin Kesianak dilatar belakangi oleh Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan prefelensi kasus stunting yang masih tinggi di Kabupaten Jember.
“Stunting kita kalau tidak nomor satu, nomor dua di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bucin Kesianak akan melibatkan 1.000 tenaga kesehatan (nakes) dan dokter spesialis yang akan disebar ke desa-desa. Mereka akan bertugas selama enam bulan untuk mendampingi bidan dan kader posyandu.
Katanya, untuk mengatasi angka kematian ibu dan bayi serta kasus stunting, pihaknya tidak hanya memasrahkan kepada bidan dan kader Posyandu, tapi juga diperbantukan seribu nakes untuk membantu para kader posyandu dan bidan di desa-desa guna mengidentifikasi ibu-ibu yang punya rencana hamil, atau yang sedang hamil untuk disiapkan layanannya.
“Bahkan kita adakan program pemeriksaan bersama-sama nanti ke Puskesmas, ke dokter umum dan sebagainya. Kita akan identifikasi dengan cermat, misalnya ibu-ibu yang punya risiko kehamilan, maka akan kita kawal sampai proses kelahiran bahkan pasca kelahiran,” pungkasnya (Jbr-1/WIL).



