News

Tanpa Papan Informasi, Pembangunan Plengsengan di Desa Pancakarya Jember Disoal Warga

Jember,  Portal Jawa Timur – Sudah beberapa hari ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur membangun plengsengan di Desa Pancakarya Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Selokan yang bermuara ke sungai Bedadung itu diplengseng agar air selokan tidak menggerus  bangunan atau tembok di sebelahnya.

Baca Juga: Jember Bangkit Desak KPK Tuntaskan Kasus Dana Hibah Pemprov Jatim

Namun sayang pembangunan plengsengan tersebut tak dilengkapi dengan papan informasi yang di antaranya berisi pelaksana proyek, jumlah anggaran dan  tanggal selesai pengerjaan proyek.

Baca Juga: Proses Lelang Pembangunan Alun-alun Jember Dinilai Cacat Hukum, Advokat ini Lakukan Somasi Minta Tender Distop

Subakri salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa papan informasi sangat penting agar masyarakat bisa mengontrol jalannya pembangunan plengsengan yang dibiayai dari pajak rakyat tersebut.

“Papan informasi itu adalah bentuk pelibatan masyarakat dalam memberi masukan sekaligus kontrol. Jadi papan informasi itu penting,” ucapnya di Jember, Rabu (21/5/2025).

Lebih dari itu, pembangunan plengsengan tersebut persis berada di depan rumah warga yang menghadap ke jalan raya. Tentu di situ banyak warga yang lalu lalang keluar masuk rumah atau toko, atau melewati gang yang sudah dibikin jembatan sementara di atas selokan.

“Kalau misalnya ada warga yang kenapa-kenapa karena ada material di lokasi plengsengan, nanti siapa yang bertanggung jawab, kepada siapa nanti komplainnya jika tidak ada papan informasi,” urainya.

Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah terkait dengan material pembangunan plengsengan, misalnya pasir. Secara sekilas, Subakri melihat pasir yang menumpuk di situ diduga bukan pasir sungai tapi pasir gumuk yang bercampur tanah.

“Itu hanya sekilas saya lihat, tapi tidak tahu aslinya,” jelas Subakri.

Sementara itu, salah seorang warga yang tinggal berseberangan dengan lokasi plengsengan, Ibu Jamik berharap agar pembangunan plengsengan bisa selesai lebih cepat. Sebab, akibat pembangunan plengsengan  itu aktifitas ekonomi agak terusik.

“Kira-kira ini (pembangunan plengsengan) sudah dua mingguan. Suami istri penjual sate di situ, juga tutup sementara karena selokan di depannya digali,” ucapnya.

Salah seorang pegawai DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, UPT PJJ Jember, Bahtiar ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatApp belum memberikan jawaban (tim).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!