Pesantren Maqnaul Ulum Sukorejo Jember Gelar Opening Ceremony Songsong 70 Tahun Usianya
Jember, Portal Jawa Timur – Rangkaian peringatan Milad ke-70 tahun berdirinya Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Sukorejo, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jawa Timur, dimulai. Opening ceremony acara tersebut digelar di pesantren setempat, Sabtu, 27 September 2025.
Baca Juga: Mondok Mencari Barokah, Alumni Pesantren Maqnaul Ulum Sukowono Jember Ini Sukses Jadi Petani Tebu
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Sukorejo, KH Mahrus Muhith Nahrawi mengatakan, usia pesantren ini sudah hampir mencapai satu abad. Katanya, satu persatu cita-cita dan harapan yang diinginkan oleh pendiri, tergapai.
Baca Juga: H. Fathorrosi, Santri yang Sukses Jadi Petani Tebu, Ini Rahasianya
“Alhamdulillah, sekarang turut hadir istri pendiri yang ikut mendirikan pondok ini, yaitu Ibu Kamilah Mabruroh. Beliau sekarang umurnya 88 tahun. Beliau semangat mengikuti acara open ceremony ini, mudah-mudahan membawa berkah kepada kita semua,” ucapnya.
Kiai Mahrus juga berharap doa dari hadirin agar Pesantren Maqnaul Ulum ke depan semakin berkembang dan lebih baik guna memenuhi harapan-harapan para pendiri.
“Mudah-mudahan kami tetap istikamah untuk mengemban amanah suci yang sangat berat ini,” jelasnya.
Setidaknya ada 6 kegiatan untuk menyongsong Milad 70 tahun Maqnaul Ulum. Yaitu Festival Banjari (27/9/2025), Scouting Skills Competition (18/10/2025), Bahtsul Masail yang melibatkan Pesantren Maudalah se-Jember (28/12/2025), Sujud Syukur (13-14/1/2026), Panggung Gembira (23/5/2026), dan Puncak Resepsi Milad ke-70 Tahun (18/7/2026).

Semua kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Sukorejo, Kecamatan Sukwono Kabupaten Jember.
“Dan insyaallah juga ada kejuaraan pencak silat yang akan disponsori oleh Camat Sukowono,” tambah Kiai Mahrus.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, KH Kholid Muhammad mengungkapkan kegembiraannya yang tiada tara lantaran Pesantren Maqnaul Ulum mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam banyak hal. Namun yang paling ia harapkan adalah pesantren ini dapat mengedepankan ulumusy syar’iyah. Ia lalu mengutip sebuah hadis: man yuridillahu bihi khoiron yufaqqihhu fid din. (barang siapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, maka Allah memudahkan pemahamannya dalam agama).
“Semoga santri di sini oleh Allah diberi rezeki uluman nafi’a (ilmu yang bermanfaat) dan pesantren ini sungguh-sungguh dijadikan sumber ilmu yang bermanfaat,” ucapnya saat didapuk memberikan nasehat.
Pembukaan rangkaian peringatan 70 tahun Maqnaul Ulum ditandai dengan pelepasan balon oleh Kiai Kholid dan Kiai Mahrus, serta pelepasan burung merpati oleh para kiai yang berada di panggung (Jbr-1/AAR).



