Polemik Menu MBG Basi di Jember Selesai, Kepala SDN 5 Bintoro Minta Distribusi MBG Dilanjutkan
Jember, Portal Jawa Timur – Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diviralkan basi oleh salah seorang guru SDN 5 Bintoro Jember, akhirnya selesai menyusul pertemuan tim Dapur MBG Bintoro dengan Kepala SDN 5 Bintoro dan sejumlah guru di kantor sekolah setempat, Sabtu, 27 September 2025.
Tim Dapur MBG Bintoro dipimpin oleh Eka Wildani didampingi H Achmad Sudiyono selaku owner, dan sejumlah pegawai, berdialog dengan Kepala SDN 5 Bintoro, Riki dan Nur Fadli, sosok guru yang memviralkan bahwa spageti dalam Menu MBG yang diterima sekolahnya, basi.
Baca Juga: Dapur MBG Bintoro Jember Bangun Kebersamaan Dengan Lomba
Dalam kesempatan itu, H Achmad mengklarifikasi dugaan menu basi di foodtray MBG yang diterima murid-murid SDN 5 Bintoro. Katanya, Dapur MBG Bintoro mendistribusikan MBG di 22 lembaga.
“Dan alhamdulillah, tidak ada komplain apapun terkait dengan menu makanan yang kami kirim. Sebab kalau memang ada yang basi, tentu sudah banyak yang mabuk,” ucapnya.
Aroma basi itu, lanjutnya, karena spageti yang ada di dalam foodtray dicampuri cuka dan mayones, sehingga baunya terasa asam. Orang yang tidak terbiasa makan spageti, tentu tak nyaman di hidung dan di lidahnya.
“Tapi bagaimanapun, Mas Fadli saya nilai punya niat baik karena ingin melindungi murid-muridnya. Mas Fadli adalah pahlawan,” urainya.
Di sisi lain, Nur Fadli menungkapkan bahwa apa yang disampaikannya adalah fakta hukum.
“Ini fakta hukum,” jelasnya.
Link video terkait:
Sementara itu, Riki mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, namun bagaimana ke depan distribusi MBG sekaligus menunya berjalan lebih baik lagi.
“Karena program ini (MBG) akan berjalan dalam waktu yang panjang,” ucapnya.
Riki lalu mengulas sedikit kronologi viralnya spageti basi oleh anak buahnya, Nur Fadli. Kata Riki, saat kejadian dirinya sedang tidak di kelas karena habis berolah raga.
“Saya masuk kelas kok tiba-tiba sudah ramai soal sayur basi,” jelasnya.
Walaupun demikian, ia menegaskan bahwa apa yang diviralkan Nur Fadli hanya salah komunikasi saja. Riki mengaku dirinyalah yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Sebab, Nur Fadli adalah guru di sekolah yang ia pimpin.
“Saya selaku atasan juga bertanggung jawab yang ada di lembaga,” jelasnya.
Riki juga berharap agar distribusi MBG di SDN 5 Bintoro Jember tidak berhenti. Kata Riki, pihaknya tetap mendukung program MBG dan tetap bersedia menerima manfaat dari program tersebut.
“Kalau ada apa-apa, monggo langsung dikomunikasikan. Dan jangan sampai membuat hubungan Pak Achmad dengan Pak Fadli putus gara-gara ini karena sudah seperti anak dan bapak,” ucapnya (tim).



