News

Peringati HUT ke-80 RI, Ketua Muslimat NU Jember: Peran Santri Tak Boleh Dilupakan

Jember,  Portal Jawa Timur – Muslimat NU Jember tetap istikamah menjalankan agendanya, terutama Pengajian Rutin Jumat Manis. Dalam situasi apapun, Muslimat NU Jember tak pernah alpa menghelat pengajian rutin ini. Tentu Muslimat NU tidak sendirian tapi bekerja sama dengan PAC Muslimat NU Kalisat.

Baca Juga: 21 Tahun Pengajian Jumat Manis Muslimat NU Kalisat Jember Menebar Manfaat

Hingga saat ini Pengajian Rutin Jumat Manis sudah digelar selama 21 tahun, dengan volume 1 bulan sekali.

Baca Juga: Gelar Pengajian Jumat Manis, Ketua Muslimat NU Jember: Kesehatan Penting Dijaga, Pernikahan Dini Perlu Dihindari

Kali ini bekerja sama dengan Puskesmas Kalisat, Muslimat NU menggelar Pengajian Rutin Jumat Manis di lapangan Desa Gambiran Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember, Jumat (22/8/2025).

Ketua Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi saat memberikan sambutan

Selan diisi dengan haul umum, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perayaan HUT ke-80 RI, Pengajian Rutin Jumat Manis juga diisi dengan Sosialisasi BIAS, yaitu Bulan Imunisasi Anak Sekolah.

“Ini bulan Agustus, di mana merupakan bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia, sehingga selayaknya kita harus memperingatinya walaupun secara sederhana,” ucap Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi usai pengajian.

Nyai Kam, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran santri dan ulama. Katanya, banyak ulama dan santri yang turun ke medan perang untuk bertempur melawan penjajah, hingga akhirnya penjajah  angkat kaki dari bumi Nusantara.

Ketua PAC Muslimat NU Kalisat, Ning Rufaida Qonita Itqon Syauqi S.Pd., memberikan sambutan

“Peran santri tak boleh dilupakan. Banyak pesantren dulu yang menjadi markas pejuang dan rakyat untuk bersama-sma mengusir penjajah. Jadi kalau berbicara kemerdekaan Indonesia, ya santri dan ulama tidak boleh dilupakan,” urainya.

Nyai Kam menambahkan, untuk mengisi kemerdekaan, salah satunya adalah dengan membentuk pribadi-pribadi yang kokoh, baik fisik maupun mentalnya. Oleh karena itu, katanya,  sangat pas jika Pengajian Rutin Jumat Manis ini juga diisi dengan Sosialisasi BIAS, yaitu Bulan Imunisasi Anak Sekolah.

“Ke depan kita butuh pemuda yang tangguh dan kuat. Karena itu, kami juga turut mensosialisasikan program BIAS. Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis dan konsultasi kesehatan,” paparnya di hadapan sekitar 1.700 hadirin itu.

Selain itu, juga ada pembagian santunan untuk 20 anak yatim dan dhu’afa. Ini merupakan acara tetap yang mesti dilaksanakan di tengah-tengah Pengajian Rutin Jumat Manis.

“Kita memang harus berbagi, yang biayanya kita kumpulkan dari donator dan jimpitan setiap pengajian. Jadi kita hanya menjembatani saja. Dan alhamdulillah, saat ini jimpitan terkumpul sebanyak Rp3 juta,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!