Pendidikan

Closing PBAK 2025, Rektor UIN KHAS Jember Cerita Kecerdasan Kiai Kholil: 3 Pertanyaan 1 Jawaban

Jember,  Portal Jawa Timur – Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Al Bangkalani, benar-benar sosok yang hebat dan luar biasa. Selain dikenal sebagai waliyullah, Kiai Kholil juga sangat cerdas.

Alkisah, suatu ketika, Kiai Kholil menerima 3 tamu, yang datangnya hampir bersamaan. Keluhan dan pertanyaannya juga berbeda, namun jawaban Kiai Kholil hanya satu untuk menuntaskan 3 pertanyaan dari 3 orang tersebut.

Baca Juga: PBAK UIN KHAS Jember 2025 Dihelat, Prof Hepni Minta Mahasiswa Baru Jadi DIVA

“Ada 3 tamu yang datang ke beliau, sowan ke beliau, pertanyaannya berbeda tapi jawabannya sama,” ucap  Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Prof Hepni saat memberikan sambutan dalam Closing Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 di stadion Imam Nahrawi  kompleks UIN KHAS Jember, Jumat (22/8/2025) malam.

Baca Juga: UIN KHAS Jember Hadirkan Duta SERASI Guna Memberikan Pelayanan yang Humanis dan Menyenangkan

Prof Hepni mengaku menukil kisah tersebut dari buku Surat Kepada Anjing Hitam, terbitan sekitar tahun 2022.

“(cerita) Ini juga ada kaitannya dengan tema PBAK 2025 (Ekoteologi: Kritik Terhadap Kapitalisme Ekologis Dalam Wacana Pembangunan Global),” tambahnya.

Prof Hepni melanjutkan, tamu pertama mengungkapkan kegundahnnya lantaran di daerahnya, sudah lama terjadi kemarau. Alam kering kerontang, daun-daun pada rontok, sumber air juga mampet, ekonomi susah. Malapetaka sudah di depan mata.

“Lalu apa yang harus saya lakukan, kiai?” tanya tamu tersebut dikutip Prof Hepni.

“Perbanyaklah membaca Istighfar,” jawab Kiai Kholil.

Sebelum tamu yang pertama ini meninggalkan tempat, tamu yang kedua datang seraya mengeluh: ‘Saya ini rezeki seret, harta susah, dan lain sebagainya’.

“Ya kalau bahasa sekarang, gak cair-cair,” kata Prof Hepni.

Tanpa menunggu lama, si tamu langsung mendapat jawaban dari Kiai Kholil: ‘perbanyaklah membaca istighfar’

“Jawaban beliau sama dengan yang pertama,” jelas Prof Hepni.

Selagi tamu yang kedua siap-siap beranjak pulang, datang lagi tamu ketiga. Keluhannya, dia sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai keturunan.

“Apa yang harus saya lakukan?” tanya tamu ketiga dikutip Prof Hepni.

“Ternyata jawaban Kiai Kholil sama: ‘perbanyaklah membaca istighfar’,” sambungnya.

Ketiga tamu tersebut tidak jadi pulang, saling memandang penuh keheranan seraya berbisik-bisik soal jawaban Kiai Kholil padahal keluhan dan pertanyaannya beda.

Tampaknya Kiai Kholil mafhum terhadap keheranan 3 tamunya. Ia langsung membaca al-Qur’an surah Nuh ayat 10-12. Bunyinya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ (Aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun’).

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu).

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ (dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu).

“Dosa yang diampuni karena istighfar itu, kemudian Allah menurunkan hujan yang lebat dari langit, lalu dari hujan itu Allah menjadikan harta melimpah, dan keturunan. Intinya kita harus memperbanyak membaca Istighfar agar kehidupan barokah,” urai Prof Hepni.

PBAK 2025 UIN KHAS Jember diikuti oleh 2.466, berlangsung selama 4 hari, dan berakhir Jumat malam tanggal 22 Agustus 2025. Secara resmi PBAK 2025 ditutup oleh Sekretaris Senat UIN KHAS Jember, Muhammad Sahlan (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!