News

Delapan Dekade Muslimat NU Jember: Jejak Sunyi dari Pengajian Kampung ke Pemberdayaan Umat

Jember,  Portal Jawa Timur – Peringatan delapan dekade Muslimat Nahdlatul Ulama bukan sekadar seremoni waktu. Bagi PC Muslimat NU Jember, ia menjelma menjadi ruang jeda yang penuh makna. Sebuah momentum untuk menengok jejak panjang ulama perempuan yang perlahan namun pasti bergerak, dari ruang-ruang domestik menuju panggung strategis kehidupan publik.

Mengusung semangat Menyapa, Mengajak, Merangkul, Kolaborasi, Harmoni, kepengurusan PC Muslimat NU Jember periode 2022–2027 menegaskan arah baru yang inklusif, sebuah gerak organisasi yang tidak hanya hadir, tetapi juga berdampak nyata di tengah masyarakat.

Sejak didirikan pada 29 Maret 1946, Muslimat NU telah bertransformasi jauh melampaui batas-batas awalnya. Di Jember, denyut gerakan itu bermula dari majelis taklim sederhana dan pengajian rutin, ruang-ruang sunyi yang menjadi fondasi penguatan nilai keagamaan. Dari sana, ia tumbuh, menjalar, dan kini menjelma menjadi gerakan multidimensi yang menyentuh hampir seluruh sendi kehidupan.

Di bidang kesehatan, kiprah itu tampak konkret. Melalui Klinik Munaprahita, Muslimat NU Jember menghadirkan layanan kesehatan berbasis komunitas yang ramah bagi perempuan dan anak. Aksi sosial seperti sunatan massal gratis terus digelar, sementara isu krusial seperti stunting dijawab melalui edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, hingga penguatan ketahanan keluarga.

Di sektor lingkungan, kesadaran ekologis menjadi bagian dari dakwah. Bersama Dinas Lingkungan Hidup Jember, gerakan bank sampah dan pengurangan plastik terus digelorakan. Edukasi lingkungan disemai dari tingkat ranting hingga cabang, menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman, sebuah praksis keislaman yang hidup dan membumi.

Sementara itu, di ranah sosial-keagamaan, kolaborasi dengan Kementerian Agama Jember melahirkan langkah strategis: pendataan majelis taklim se-Kabupaten Jember hingga sosialisasi keluarga maslahah di tingkat PAC.

Santunan anak yatim digelar secara berkelanjutan, menjadi bukti nyata kehadiran organisasi di tengah kelompok rentan. Di sisi lain, pengajian rutin tetap menjadi denyut spiritual yang menjaga ruh gerakan tetap hidup.

Tak berhenti di sana, pemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi perhatian serius. Melalui Koperasi Annisa, Muslimat NU Jember membuka ruang bagi perempuan untuk tumbuh mandiri, mengasah keterampilan, mengelola usaha, hingga mengakses permodalan. Dari ruang ini, lahir kemandirian yang bukan hanya ekonomi, tetapi juga martabat.

Di bidang hukum dan perlindungan perempuan, langkah-langkah preventif terus diperkuat. Sosialisasi paralegal, advokasi, hingga edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang hidup yang aman dan berkeadilan.

Seluruh gerak ini tidak berdiri sendiri. PC Muslimat NU Jember membangun jejaring kolaborasi lintas sektor: mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja, Kementerian Agama Jember, DP3AKB, Dinas Sosial, hingga TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari semangat harmoni: bekerja bersama untuk kesejahteraan bersama.

Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi, menegaskan bahwa seluruh program tersebut adalah bagian dari dakwah yang transformatif.

“Kami hadir tidak hanya untuk berdakwah, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui kerja-kerja kolaboratif,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.

Inspirasi besar juga datang dari kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa, yang terus mendorong perluasan peran perempuan di ruang publik. Semangat ini mengalir hingga ke daerah, menggerakkan kader di Jember untuk lebih aktif dalam pembangunan sosial.

Dengan jaringan yang menjangkau hingga akar rumput, PC Muslimat NU Jember menatap masa depan dengan optimisme. Delapan puluh tahun ini bukan hanya penanda usia, melainkan penegasan peran: bahwa ulama perempuan adalah aktor penting dalam merajut peradaban.

Dari pengajian kampung yang sederhana hingga gerakan pemberdayaan yang terstruktur, Muslimat NU Jember membuktikan satu hal bahwa perempuan bukan sekadar bagian dari perubahan, melainkan penggerak utamanya. Sebuah ikhtiar panjang untuk menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta (Aryudi AR/red).

 

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!