135 SPPI Siap Magang di Dapur MBG Bintoro Jember
Jember, Portal Jawa Timur – Sebanyak 135 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) siap magang di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut terungkap saat 60-an SPPI mengadakan kunjungan ke Dapur MBG Bintoro, Senin (21/7/2025).
Baca Juga: Dapur MBG Bintoro Jember Menginspirasi Sejumlah Kalangan untuk Mendirikan Dapur Serupa
Dalam kunjungan tersebut, mereka diterima oleh Kepala Dapur MBG Bintoro, Eka Wildani Kholifatur Rahmah, didampingi oleh owner dapur, H Achmad Sudiyono.
Baca Juga: Hari Pertama, Owner Dapur Bintoro 1 Jember Sopiri Alphard Distribusikan MBG
Mereka adalah para sarjana yang direkrut oleh Badan Gizi Nasional dan Kementerian Pertahanan RI untuk dilatih dan dibekali dengan keterampilan mengelola Dapur MBG di seluruh pelosok Jember.
“Total 135 SPPI, namun yang bisa berkunjung ke sini hanya 60-an orang. Mereka semua sudah lulus pelatihan selama 3 bulan di Malang,” ujar Eka Wildani.
Dalam kesempatan itu, setelah bertemu secara formal dan mengadakan tanya jawab soal tetek bengek mengelola dapur MBG dengan Eka Wildani, mereka diberi penjelasan terkait fasilitas, peralatan masak, dan sebagainya.
“Mereka panasaran jadi kepala dapur gimana, dan alat-alatnya seperti apa,” tambah Eka Wildani.
Ia menambahkan, sebanyak 135 SPPI itu akan melaksanakan magang di Dapur MBG Bintoro sebelum nanti diterjunkan ke Dapur MBG yang ada di Kabupaten Jember.
“Namun jadwalnya belum ditentukan. Kita menunggu jadwal dari BGN, dan juga mekanisme magang seperti apa. Ini kan jumlahnya banyak, mungkin bertahap dan sebagainya” urainya.
Sementara itu, H Achmad Sudiyono menyatakan siap menerima calon-calon pengelola dapur MBG untuk magang di markas Dapur NBG Bintoro. Selain mendapat ilmu teori di kampus, mereka juga perlu tahu praktik lapangan dalam mengelola Dapur MBG.
“Mereka juga ingin tahu bagaimana cara mengelola Dapur MBG secara baik, higienis, dan tepat waktu sehingga MBG benar-benar bermanfaat bagi penerima manfaat,” ucapnya.
Ia menerangkan, cukup banyak yang perlu diketahui oleh para SPPI karena ternyata praktik di lapangan tidak sesederhana yang dibayangkan. Misalnya tentang administrasi, pengadaan bahan, bagaimana mengatur ritme bekerja, dan sebagainya.
“Mereka perlu magang di Dapur MBG yang sudah lebih dulu running,” jelasnya.
H Achmad menambahkan, rekrutmen SPPI oleh BGN dan Kementerian Pertahanan RI menandakan kesungguhan pemerintah untuk mensukseskan program MBG. Katanya, kebutuhan SPPI di Indonesia mencapai 33.000 orang untuk melayani Dapur MBG di seluruh pelosok Indonesia dengan target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta jiwa.
“Kita patut menyambut gembira adanya MBG karena manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya (Jbr-3/AAR).



