News

Sholeh, Ketua HKTI Jember Demisioner Terus Berjuang Berdayakan Petani

Jember,  Portal Jawa Timur – H Mohamad Sholeh, SH., M.Si. Sosok ini sekarang tak lagi menjadi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Bukan karena mundur atau persoalan teknis tapi karena adanya peleburan kepengurusan HKTI d tingkat pusat menyusul terpilihnya Sudaryono sebagai Ketua Umum DPP HKTI.

Baca Juga: DPC HKTI Jember Masa Bhakti 2025-2030 Dilantik, Dualisme Kepengurusan Masih Menghantui 

Dualisme kepengurusan HKTI yang selama ini terjadi mulai dari tingkat pusat hingga daerah, saat ini di bawah nakhoda Sudaryono, sudah melebur. Dan hanya ada satu HKTI di bawah komando Wakil Menteri Pertanian tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Krisis Air, Moeldoko Minta Sumber Air Ditata dan Dikelola Dengan Baik

“Posisi saya sekarang demisioner, Mas. HKTI di semua tingkatan posisinya sama, demisioner sambil menunggu tim fomatur di pusat bekerja,” ucap Sholeh di Jember, Senin (11/8/2025).

Walaupun demisioner dan tak lagi bergerak membawa bendera HKTI, namun usaha dan perjuangan Sholeh untuk memberdayakan petani tak pernah stagnan. Bagi Sholeh, bekerja untuk petani tidak terbatas di organisasi. Apalagi basis keluarganya memang petani.

Karena itu, Sholeh tak terlalu cakap  merancang teori, tak piawai berbincang pertanian di forum resmi sebagaimana biasa dilakukan praktisi berdasi. Namun, Sholeh turun langsung ke lapangan untuk mendengar jeritan petani dan membantunya mencari jalan keluar agar mereka tak lagi menjerit.

“Saya anak petani, dan besar dalam suasana pertanian, makanya saya tahu persis persoalan pertanian,” jelasnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak persoalan  di lapangan yang mendera petani, dan membuat hati Sholeh dirajam kegundahan. Masih adanya petani yang susah mendapatkan pupuk bersubsidi dan sering anjloknya harga pangan ketika masa panen tiba merupakan persoalan yang terus mengair seakan tanpa ujung.

“Masih banyak sekali persoalan pertanian yang harus membutuhkan uluran tangan kita dan pemerintah,” jelasnya.

Namun apapun yang terjadi, Kades Lojejer Kecamatan Wuluhan tersebut pantang kendur untuk memperjuangkan cita-cita petani. Katanya, di satu sisi Indonesia mengejar target swasembada pangan. Namun di sisi lain, masih banyak persoalan yang melanda petani, hingga mengusik terwujudnya swasembada pangan.

“Tapi saya tetap komitmen membantu Asta Cita Pak Prabowo, presiden kita, yang juga Ketua Umum Gerindra, dan di Jember saya juga ikut mendirikan Geridnra. Saya berkomitmen agar cita-cita beliau agar Indonesia  berkedaulatan pangan, tercapai. Saya ingin berkontribusi dari  Jember, betapapun kecilnya,” urai Sholeh.

Tidak hanya teori, memang. H Sholeh sejak menjadi Ketua HKTI Jember selalu menggebrak dengan beragam kegiatannya di lapangan seraya menggandeng berbagai instansi, termasuk Polres Jember dan Kodim 0824 Jember.

Bahkan HKTI Jember sejak lama menjalin sinergi dengan Mapolres Jember mendorong dan mengkoordinir petani agar berbudi daya jagung hingga tercapai seluas 810 hektare. Dan akhirnya itu semua membuat Kapolres Jember meraih penghargaan

“Itu semua binaan Polres Jember hasil sinergi dengan kami (HKTI). Tapi kami tidak hanya menyuruh petani menanam jagung, kita juga mengawal harganya agar tetap tinggi. Bahkan saat ini hasil perjuangan kami harga jagung di kami sudah di atas HET,” ungkapnya.

Sholeh terus bergerak. Malah untuk penanaman jagung di kwartal 4, ia sudah mempersiapkan lahan pertanian seluas 3.000 hektare. Lahan tersebut tersebar di Desa Lojejer dan desa-desa sekitarnya.

Insyaallah nanti Kapolri atau Irwasum datang ke Jember untuk melaunching penanaman jagung di kwartal 4. Nanti panennya dijadwalkan Ibu Titik yang hadir,” pungkasnya.

Ya, Sholeh adalah sosok ikonik dan dekat dengan petani. Pengabdiannya untuk pertanian tidak dibatasi oleh waktu dan wadah organisasi. Selama hayat di kandung badan, Sholeh bertekad untuk terus berjuang memberdayakan petani. Sebuah ironi ketika petani tak berdaya justru di tengah negara yang berlabel agraris (Jbr-1/Nov).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!