News

DPC HKTI Jember Masa Bhakti 2025-2030 Dilantik, Dualisme Kepengurusan Masih Menghantui

Jember,  Portal Jawa Timur – Pelantikan DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember bersamaan dengan pelantikan 37 DPC HKTI se-Jawa Timur masa bhakti 2025-2030 di Halaman Setdaprov Jatim, Kamis (24/7/2025) lalu,  tidak serta merta mereduksi ketegangan dualisme kepengurusan DPC HKTI Kabupaten Jember. Pasalnya, yang diakomodasi dalam kepengurusan DPC HKTI Jember masa bhakti 2025-2030 hanya satu pihak, bukan dua pihak yang selama ini sama-sama mengklaim sebagai DPC HKTI Jember yang sah.

Baca Juga: HKTI Jember: Jangan Ada Titipan di Koperasi Merah Putih, Bahaya

Ketua DPC HKTI Jember demisoner, Mohamad Sholeh mengaku tidak tahu menahu dengan  pelantikan itu.

“Itu bukan urusan saya, Mas. Itu kan HKTI versi Pak Fadli Zon. Saya kan (HKTI) Pak Moeldoko. Lambangnya saja sudah beda,” jelasnya via sambungan telepon, Ahad (27/7/2025).

Baca Juga: Antisipasi Krisis Air, Moeldoko Minta Sumber Air Ditata dan Dikelola Dengan Baik

Kepala Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan itu menuturkan bahwa Munas HKTI beberapa waktu lalu memutuskan bahwa Ketua Umum HKTI adalah Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Kata Sholeh, saat memberikan sambutan, Sudaryono menegaskan bahwa HKTI satu, satu HKTI. Dua gerbong besar HKTI yang dipimpin oleh Fadli Zon di satu sisi, dan Moeldoko di sisi lain, melebur menjadi satu di bawah nahkoda Sudaryono. Meleburnya dua kekuatan besar HKTI tersebut juga ditandai dengan berjabat tangganya Fadli Zon dan Moeldoko di forum Munas.

Sebelumnya, di Jember sendiri kepengurusan HKTI terjadi dualisme: HKTI pimpinan M Mohamad Sholeh yang berdiri lebih dulu, dan berada di gerbong Moeldoko. Sedangkan HKTI satunya di bawah nahkoda H Ponimin Tohari, yang berafiliasi ke kubu Fadli Zon.

Pasca-Munas, lanjut Sholeh, semua kepengurusan mulai di tingkat pusat, provinsi hingga cabang statusnya demisioner sembari menunggu  tim formatur bekerja.

“Kepengurusan apapun, menunggu tim formatur yang dibentuk dan dinahkodai oleh Pak Ketum Sudaryono. Makanya kalau ada pelantikan HKTI Jember saya no coment, itu bukan hasil peleburan,” tambahnya.

H Ponimin: Tidak Ada Peleburan tapi Disatukan

Sementara itu, Ketua HKTI Jember yang baru dilantik, H Ponimin Tohari mengatakan bahwa tidak ada peleburan antara kepengurusan HKTI versi Moeldoko dan versi Fadli Zon, yang ada adalah disatukan.

“Tidak ada peleburan, tapi disatukan antara DPP versi Pak Fadli Zon dan Pak Moeldoko, semua di bawah kepemimpinan Pak Sudaryono,” jelasnya.

Bos Dira Grup itu menambahkan, pihaknya sudah mengikuti mekanisme sesuai arahan DPP HKTI untuk melengkapi kepengurusan HKTI cabang Jember sebelum akhirnya dilantik oleh Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil.

“Semua syarat sudah kami penuhi,” ucapnya.

H Ponimin mengakui dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan pengurus DPC HKTI Jember versi Moeldoko untuk menyusun kepengurusan DPC HKTI Jember saat ini. Sebab, sebelum Munas HKTI, ia sudah menyiapkan struktur kepengurusan HKTI Cabang Jember.

“Jadi kami ini HKTI Jember di bawah DPP HKTI yang dipimpin oleh Pak Sudaryono, bukan Pak Fadli Zon, bukan pula Pak Moeldoko. Jadi sekarang ini HKTI hanya satu di bawah komando Pak Sudaryono. Logonya juga sudah beda,” jelasnya.

H Ponimin menerangkan, pihaknya tidak berniat terus berpolemik soal kepengurusan HKTI Jember. Ia ingin segera melantik kepengurusan HKTI di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa agar gerbong HKTI Jember bisa segera bergerak melayani petani dan masyarakat yang ujung-ujungnya membantu pemerintah mencapai kedaulatan pangan.

“Kami harus segera bekerja. Saya yakin petani Jember bisa maju bersama gerbong besar HKTI Jember,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!