Krisis BBM di Jember, Ustadz Sholeh Pilih Sepeda Onthel Berangkat ke KUA Panti
Jember, Portal Jawa Timur – Krisis BBM di Jember dan sekitarnya akibat penutupan jalur gumitir membawa dampak yang cukup signifikan di hampir semua sektor. Sebab, BBM adalah nafas bergeraknya kegiatan masyarakat.
Meskipun BBM langka namun pelayanan umum di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tetap jalan. Dengan berbagai cara, si pelayan berangkat ke kantor tepat waktu untuk menunaikan tugas negara.
Baca Juga: Gema Salawat dan Pawai Obor Warnai Peringatan Tahun Baru Islam Oleh MWCNU Sukorambi Jember
Salah satunya adalah Utadz Muhammad Sholeh. Ia terpaksa menggunakan sepeda onthel untuk berangkat ke kantornya, KUA Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Sebagai pelaksana layanan operator di KUA Panti, pekerjaan Ustadz Sholeh memang cukup penting, sehingga tidak bisa libur gara-gara BBM langka.
Baca Juga: Lagi, Ustadz Muhammad Sholeh Terpilih sebagai Ketua MWCNU Sukorambi Jember
“Saya punya tanggung jawab pekerjaan di kantor, tidak bisa ditinggalkan, toh ini (kelangkaan BBM) paling hanya beberapa hari,” ujarnya di Jember, Selasa (29/7/2025).
Memang, jarak antara rumah Ustadz Sholeh dengan KUA Panti tidak begitu jauh, hanya sekira 6 kilometer. Namun tidak gampang-gampang juga mengayuh sepeda onthel lantaran butuh tenaga ekstra, apalagi saat pulang kantor di mana sinar matahari cukup menyengat. Keringat yang mengalir pelan di tubuhnya, tak membuat Ustadz Sholeh luntur semangatnya.
“Kita jalani tugas kita sebagai abdi negara meskipun ada kesulitan,” jelasnya.
Ustadz Sholeh mempunyai catatan panjang sebagai abdi negara di KUA Jember. Diawali dengan bertugas di KUA Pakusari tahun 2009 hingga 2013, setelah itu berpindah ke KUA Kalisat (2013-2015), KUA Panti (2015-2018), KUA Rambipuji (2018-2022), dan KUA Tanggul (2022-2023).
“Tahun 2024 sampai sekarang kembali ke KUA Panti lagi,” ungkapnya.
Selain bekerja di KUA, Ustadz Sholeh juga aktif di organisasi Nahdaltul Ulama (NU). Ia bahkan sudah 2 periode menjadi Ketua MWC NU Sukorambi. Di bawah kepemimpinannya, NU Sukorambi hidup, banyak kegiatan yang digelar, baik keagamaan maupun sosial.
Di luar itu, Ustadz Sholeh menjadi Pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Jember bidang Abdimas.
“Ya semua kita jalani, semua bermanfaat,” pungkasnya (Jbr-1/NOV).



