MBG BINTORO

Dosen Polije Ditantang Buat Aplikasi Takaran Menu MBG

Jember,  Portal Jawa Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah banyak yang jalan di sejumlah daerah, termasuk di Jember Jawa Timur. Kalau dilihat sepintas dari luar, realisasi MBG tampak gampang dan tidak ruwet.

Baca Juga: Jaga Kualitas Makanan Selalu Higienis, Dapur MBG Bintoro Gunakan Standar Ketat BGN

Namun sesungguhnya tidak sederhana, terutama dalam pengolahan menu makanan terkait dengan takaran yang pas buat ribuan penerima manfaat MBG.

Baca Juga: SPPG Dapur Bintoro Jember Mulai Distribusikan MBG untuk Ibu Hamil dan Balita

Hal ini muncul dalam diskusi ringan antara sejumlah Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) dengan kru Dapur MBG Bintoro, Rabu (13/8/2025).

Awalnya 4 Dosen Polije itu hanya mengunjungi Dapur MBG Bintoro untuk mengetahui lebih jauh soal cara kerja kru dapur dalam menyiapkan menu makanan dalam jumlah yang begitu banyak.

Merekapun diterima oleh kepala Dapur MBG Bintoro, Eka Wildani Kholifatur Rohmah dan Ketua Yayasan TPA Patrang, Widi Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, Widi mengungkapkan bahwa salah satu yang cukup dibutuhkan oleh Dapur MBG dalam menyiapkan makanan adalah takaran yang baku dan pas sesuai kebutuhan.

Selama ini, katanya, ukuran menu pelengkap nasi, menggunakan rumus kebiasaan dan pengalaman. Misalnya kalau untuk 1000 porsi, dapur membutuhkan sekian kilogram wortel, sekian kilogram kentang, dan sebagainya.

“Tapi nyatanya, kadang tidak pas, setelah dimasak kadang lebih, dan kadang juga kurang dari kebutuhan,” ungkapnya.

Karena itu, Widi berangan-angan seandainya ada aplikasi, rumus, atau apalah yang dapat menghitung takaran sayur, bawang, bahkan beras yang pas buat kebutuhan sekian ribu porsi dalam satu hari, sehingga persiapan bahan mentah tidak berlebih dan tidak juga berkurang.

“Saya kira jika Polije bisa membuat aplikasi, rumus atau apapun  itu, sungguh luar biasa. Itu tantangan,” pungkasnya.

Salah seorang dosen Polije, dr. Arin mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan Widi memunculkan ide bagi dirinya untuk memikirkan atau bahkan membuat aplikasi dimaksud.

“Itu bagus, ide baru bagi kita semua,” jawab dr. Arin (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!