Amarah Masyarakat Jember Benar-Benar Marah: Gerudug DPRD Jember
Jember, Portal Jawa Timur – Kemarahan rakyat atas sikap dan gelimang kemewahan yang dipertontonkan para wakil rakyat di Indonesia belum reda. Di Jember Jawa Timur puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Amarah Masyarakat Jember (AMJ) menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Jember, Selasa, 9 September 2025.
Baca Juga: Fraksi NasDem Jember Ancam Rekomendasi Ganti Pejabat yang Bekerja Asal-asalan
Mereka marah terhadap respons DPRD Jember yang dinilai tidak peka atas penderitaan masyarakat. Dengan mengusung 9 tuntutan, mereka berorasi di depan para pimpinan DPRD Jember di halaman gedung tersebut.
“Hari ini kenapa banyak gejolak di tengah-tengah masyarakat, itu karena banyak kebijakan yang tidak pro rakyat,” teriak koordinator aksi, Abdul Aziz Al-Fajri.
Mereka meminta semua pimpinan DPRD Jember dan pimpinan Fraksi keluar untuk menemui mereka. Satu persatu, para legislator pun keluar menemui pengunjuk rasa di depan pintu masuk gedung DPRD Jember.
“Oh jangan-jangan mereka memang tidak mau menemui kami,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.
Ketua Bapemperda DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono yang coba melayani dialog pengunjuk rasa, tidak membuat suasana reda. Tanpa menggunakan pengeras suara, Hanan menjelaskan sejumlah isu yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa. Namun penjelasan Hanan dinilai tidak tuntas sehingga suasana tetap panas.
Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto kemudian mengambil alih ‘kemudi’. Ia tampil dengan pengeras suara yang dibawa pengunjuk rasa, menjelaskan persoalan yang menjadi inti isu pengunjuk rasa.
“Kami akui, banyak kekurangan di antara kami. Termasuk partai memang harus mereformasi dirinya. Oleh karena itu, kami meminta agar kelompok terdidik seperti kalian, mau membantu kami. Bantu kami,” tegasnya di hadapan massa aksi.
Ketegangan sedikit menurun. Pengunjuk rasa lalu menyodorkan naskah pakta integritas yang berisi 9 tuntutan agar ditanda tangani oleh pimpinan DPRD Jember.
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jember membubuhkan tanda tangannya, diikuti oleh perwakilan fraksi-fraksi. Mereka meneken naskah tersebut menggunakan punggung mereka sebagai alas secara bergantian (Jbr-1/AAR).



