Sepak Bola Jember Diguncang Konflik, Pengurus Askab PSSI Laporkan Wakil Ketua
Jember, Portal Jawa Timur – Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember tengah diterpa gejolak internal. Konflik yang semula terjadi di ruang organisasi kini merembet ke ranah hukum setelah Wakil Sekretaris Askab PSSI Jember, Nila Widyastuti, melaporkan Wakil Ketua berinisial AS ke Mapolres Jember.
Baca Juga: Kongres Askab PSSI Jember Ricuh, Bayu Gatra: Harusnya Dirangkul Semua
Laporan tersebut dilayangkan pada 5 Mei 2026 atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan perundungan. Perselisihan itu disebut bermula saat pelaksanaan Kongres Askab PSSI Jember yang digelar di Dira Ambulu pada 10 Desember 2025.
Baca Juga: Kongres Biasa Askab PSSI Jember Ricuh, Nyaris Terjadi Baku Pukul, Ini Penyebabnya
Menurut Nila, insiden berawal ketika dirinya mempertanyakan tidak dilibatkannya Sekretaris Askab PSSI Jember, Jaya Hartono, dalam forum kongres tersebut. Padahal, posisi sekretaris memiliki peran strategis dan menjadi salah satu pilar penting dalam tata kelola organisasi.
Baca Juga: Abdullah Waid Nahkodai Askab PSSI Jember: Amanah Baru, Ini Baru Amanah
Nila menambahkan, sangat aneh jika Sekretaris Askab PSSI Jember tidak diundang dalam forum penting tersebut. Namun alih-alih mendapat jawaban dari AS, situasi justru memanas hingga terjadi cekcok. Ia mengaku mendapat intimidasi dan bahkan nyaris mengalami tindakan kekerasan dari orang yang disebut sebagai bagian dari kelompok AS.
“Padahal saya sebagai pengurus punya hak berbicara,” ujar Nila di Jember, Ahad (11/6/2026).
Perselisihan tersebut, menurut Nila, tidak berhenti pada perdebatan di forum kongres. Dalam perkembangan berikutnya, pada akhir Desember 2025, ia mengaku anaknya yang bermain di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) ternama di Jember mengalami perundungan. Anak tersebut disebut tidak diperbolehkan bermain oleh kelompok AS dalam sebuah kejuaraan yang diselenggarakan Askab PSSI Jember.
Selain itu, Nila juga mengaku anaknya sempat akan dipinjam oleh sebuah klub dari luar Jember untuk mengikuti kejuaraan di Jember. Namun rencana tersebut, kata dia, kembali mendapat hambatan yang diduga dilakukan oleh AS beserta jaringannya.
“Kalau soal cekcok di Dira, saya ngalah, tapi ini kok bawa-bawa anak saya. Ini kan demi regenerasi pemain Jember, bisa untuk Persid dan sebagainya,” jelas Nila.
Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah diajukannya, Nila mengaku telah memenuhi panggilan penyidik Polres Jember pada Kamis (11/6/2026) guna memberikan keterangan dan mengonfirmasi kronologi peristiwa yang dilaporkannya.
“Saya berharap agar kasus ini diselesaikan dengan seadil-adilnya. Soalnya, kalau tidak satu kelompok dengan dia, terus dihambat, mana bisa sepak bola Jember maju,” urainya.
Seperti diketahui, pelaksanaan Kongres Askab PSSI Jember di Dira Ambulu sempat diwarnai keributan. Situasi tersebut dipicu oleh protes yang disampaikan Mila Wahyuningtyas, anggota Komite Pengembangan Usia Dini Askab PSSI Jember, bersama Nila Widyastuti selaku Wakil Sekretaris Askab PSSI Jember.
Keduanya melayangkan protes keras karena menilai terdapat persoalan dalam pelaksanaan kongres, salah satunya terkait tidak diundangnya hampir separuh pengurus dalam forum yang menjadi agenda penting organisasi tersebut.
Tanggapan Jaya Hartono
Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Askab PSSI Jember, Jaya Hartono, menyayangkan terjadinya konflik internal di tubuh organisasi sepak bola tersebut. Menurutnya, perseteruan antar pengurus hanya akan menghambat upaya pembinaan dan pengembangan sepak bola di Kabupaten Jember.
“Mengelola sepak bola itu butuh kebersamaan, jangan arogan dan merasa paling hebat.! Lebih dari itu, kita juga bertanggung jawab kepada publik, pecinta sepak bola Jember,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Jember, Abdullah Waid, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan (Jbr-1/tim).



