Pendidikan

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember: Beasiswa Itu Amanah untuk Jadi Mahasiwa Unggul

Jember,  Portal Jawa Timur – Siapapun jika mendapat beasiswa boleh bangga dan gembira lantaran memperoleh bantuan biaya studi. Namun di balik itu, sesungguhnya beasiswa adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan keinginan pemberi beasiswa.

Baca Juga: Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Sebut Intoleransi bukan Ajaran Agama tapi Cara Pandang Pemeluknya dalam Beragama

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin saat menyampaikan pengarahannya kepada para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri (BCB-DN) angkatan 6 dan 7 di Ruang Rapat Rektorat lantai 1 UIN KHAS Jember, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Kelembagaan, UIN KHAS Jember Gemakan Kurikulum Berbasis Cinta

Faizin mengingatkan bahwa mahasiswa yang menerima BCB-DN tidak hanya berarti memperoleh bantuan pembiayaan studi, tetapi juga menerima amanah untuk menjadi pribadi yang unggul. Karena itu,  ia mendorong mahasiswa agar terus menjaga semangat akademik, memanfaatkan kesempatan belajar seoptimal mungkin, serta mengembangkan kompetensi diri melalui berbagai ruang aktualisasi.

“Mahasiswa penerima beasiswa harus mampu tampil lebih siap, lebih berkarakter, dan lebih produktif, karena memikul harapan besar untuk menjadi wajah kemajuan kampus dan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Faizin banyak mengulas tentang public speaking. Menurutnya, public speaking merupakan modal penting mahasiswa abad ini.

“Public speaking adalah seni menyampaikan gagasan secara efektif di hadapan audiens,” ucapnya.

Ia menambahkan, kemampuan berbicara di depan umum membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Katanya, ketepatan pesan dan kepekaan terhadap karakter audiens menjadi syarat utama.

“Public speaking bukan hanya soal berani berbicara, tetapi bagaimana kata-kata itu tepat, emosinya terjaga, dan suasana yang kita bangun mampu membuat pendengar menangkap maksud kita,” jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan tujuan public speaking terkait dengan tiga hal, yakni menyampaikan informasi secara terang dan terstruktur, menginspirasi audiens melalui cerita dan gagasan yang menggerakkan, serta mempersuasi pendengar agar memahami bahkan mengikuti ajakan yang disampaikan.

Ketiga hal tersebut, Lanjut Faizin, harus dapat dirangkai oleh seorang pembicara agar komunikasi yang terjadi bukan hanya formalitas, melainkan proses memindahkan gagasan secara utuh dari pikiran pembicara ke pikiran pendengar.

“Kita harus tahu kepada siapa kita berbicara, karena pesan yang baik adalah pesan yang sampai,” jelasnya.

Faizin menuturkan, kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya menambah kepercayaan diri, tetapi juga membentuk kapasitas leadership, kecakapan berpikir runtut, dan kemampuan menyusun pesan yang efektif.

“Public speaking sebagai keterampilan yang mampu membuka pintu-pintu peluang, dari dunia akademik hingga profesional, sebab mereka yang mampu berbicara dengan baik cenderung lebih mudah meyakinkan, lebih mudah dipahami, dan lebih mudah diterima dalam berbagai konteks sosial,” urainya.

Yang tak kalah pentingnya dalam public speaking  adalah pengaturan suara sebagai fondasi awal.

“Intonasi, tempo, dan volume itu bukan hiasan melainkan penentu seberapa kuat pesan kita diterima audiens,” katanya.

Selain pengaturan suara, kontak mata juga penting dilakukan dengan audiens. Menurut Faizin, kontak mata merupakan jembatan psikologis antara pembicara dan pendengar. Katanya, gesture tubuh juga harus hadir sebagai penguat makna.

Selain itu, struktur pesan harus teratur, mulai dari pembukaan yang memikat, isi yang logis, hingga penutup yang kuat dan membekas.

“Kalau awalnya tidak menarik, orang sudah kehilangan Anda sebelum Anda mulai,” pungkasnya (Jbr-1/WIL).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
error: Content is protected !!