Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal: Kegiatan Akademik Ruh Sejati Perguruan Tinggi
Jember, Portal Jawa Timur – Kegiatan akademik adalah ruh sejati dari sebuah perguruan tinggi. Tanpa ruh ini, keberadaan kampus hanya menjadi bangunan fisik tanpa arah.
Baca Juga: Soal Nasib Dosen PPPK, Ketua ADAPI: Saya Kira Ibu Menteri Tahu Jeritan Hati Kami
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. M. Khusna Amal saat membuka kegiatan Serial Kajian Ekoteologi di Gedung BEC International Class, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Dr. Khoirul Faizin Paparkan 4 Indikator Moderasi Beragama di PKDP 2025 UIN KHAS Jember
Menurut Prof Khusna, sebagai ruh dari perguruan tinggi, kegiatan akademik perlu terus dipacu agar UIN KHAS Jember mampu menghasilkan karya-karya besar. Katanya, infrastruktur dan kekuatan finansial bukan ukuran satu-satunya barometer untuk menentukan maju tidaknya sebuah perguruan tinggi. Salah satu ukuran penting adalah capaian akademiknya.
“Reputasi perguruan tinggi tidak semata diukur dari kekuatan finansial atau infrastruktur, tetapi dari kemampuannya melahirkan ilmu pengetahuan, membentuk tradisi keilmuan, dan menjadi rujukan intelektual di tengah-tengah masyarakat. Jadi kegiatan akademik itu ruh sejati perguruan tinggi.,” ujarnya.
Kajian yang mengusung tema Diskursus Ekoteologi dalam Pemikiran Ulama Klasik itu merupakan episode kedua dari Lingkar Kajian Strategis (LKS) yang dihidupkan kembali oleh Prof Khusna dengan melibatkan seluruh dosen di lingkungan kampus.
Diskusi tersebut mendapatkan apresiasi dan menarik antusiasme para dosen senior maupun dosen muda UIN KHAS Jember. Dari situ, banyak pemikiran baru muncul terkait dengan tema yang dibahas.
Menurut rencana, kegiatan serupa akan digelar sekali dalam sepekan, tentu dengan tema yang berbeda.
Salah seorang peserta, Moh Nor Afandi mengungkapkan bahwa diskusi atau kajian tersebut cukup bagus dan strategis. Sebab, bisa mengasah kualitas dosen dalam berdiskusi, dapat menambah wawasan, dan bisa juga update tentang info-info terkini, terutama yang terkait dengan ekoteologi.
“Terus ini juga membantu program Kementerian Agama yang saat ini lagi konsen pada soal ekoteologi. Ekoteologi itu tidak hanya menanam pohon tapi juga membangun sebuah kesadaran, keseimbangan dan pemahaman antara alam dan manusia,” pungkas jebolan Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo itu (Jbr-1/AAR).



