News

Miris Kesuburan Tanah Tergerus, Faperta UIJ Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Semi Organik

Jember,  Portal Jawa Timur – Tanah sawah di Indonesia terancam hilang kesuburannya. Pasalnya selama bertahun-tahun tanah sawah taracuni oleh pupuk kimia yang notabene menggerus unsur hara di dalam tanah. Ketika tanah sudah lenyap unsur haranya, maka tanah tersebut hilang kesuburannya. Dan ini jelas ancaman nyata bagi ketersediaan pangan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Di Hadapan Ibu-ibu Aisyiyah Jember, Abu Darin Jelaskan Prospek Cabe Jamu dan Vanili

Itulah yang mengilhami Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagro) Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Semi Organik.

Baca Juga: Ingin Praktik Lapangan, Mahasiswa Fakultas Pertanian UIJ Kunjungi Kebun Vanili Milik Abu Darin Jember

Pelatihan tersebut berlangsung di aula Miftahul Ulum kampus UIJ 1, Kamis (10/7/2025), diikuti oleh 67 mahasiswa Prodi Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian UIJ.

Pelatihan yang mengusung tema Nutri Balance: Pelatihan Pupuk Semi Organik Berbasis Keseimbangan Alam dan Teknologi itu menghadirkan pakar pupuk organik yang juga alumni UIJ, Abu Darin.

Menurut Dekan Fakultas Pertanian UIJ, Endang Sri Wahyuni, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk membekali keterampilan mahasiswa dalam membuat pupuk semi organik.

“Agar mahasiswa Faperta bisa bikin pupuk sendiri, baik untuk kebutuhan diri sendiri maupun untuk dikembangkan,” jelasnya.

Abu Darin saat menjelaskan cara membuat pupuk semi organik

Katanya, pupuk semi organik sangat penting untuk masa depan pertanian di tengah ancaman hilangnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus.

“Pupuk semi organik dibutuhkan tanah agar tetap subur, dan hasilnya juga bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Abu Darin mengatakan bahwa saat ini sudah waktunya penggunaan pupuk kimia dikurangi, bahkan kalau perlu distop. Sebab, ketika tanah sudah tidak subur berarti malapetaka pertanian datang.

“Apa yang bisa tumbuh dengan bagus di atas tanah yang tandus atau tidak subur, tidak ada. Di situlah pentingnya kita galakkan pupuk semi organik atau organik,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Fakultas Pertanian UIJ dengan Abu Darin. MoU tersebut menyangkut kerja sama penelitian, magang, KKN, dan sebagainya (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!