MBG BINTORO

H Achmad Sudiyono, Keinginannya Menebar Manfaat Tak Pernah Padam

Oleh: Moch Eksan

Setelah lulus dari Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq (UIN KHAS), saya mengajar di beberapa sekolah dan perguruan tinggi.  Saya pernah mengabdi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember.  Di sekolah ini, akhirnya saya berjumpa dengan Ustadz Hasin Syafrawi. Beliau ini menjadi lantaran saya bertemu dan mengenal Drs H Achmad Sudiyono, MSi lebih mendalam melalui wadah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Ustadz Hasin mengajak saya dan Pak Achmad menjadi tim di LDNU yang dikomandaninya. Dengan memasukkan para guru, dosen dan birokrat NU. Lembaga ini dikenal paling dinamis dibanding lembaga NU yang lain waktu itu. Banyak kegiatan yang diselenggarakan, seperti seminar pesantren dan globalisasi, pelatihan khotib, penelitian, hari besar keagamaan, arisan anjang sana dan seterusnya.

Pak Achmad termasuk tokoh yang menonjol. Seorang pribadi yang sangat hangat, peduli dan dermawan. Saya banyak berguru hidup dengan tokoh kelahiran Probolinggo, 23 Mei 1961 ini. Saya lazim memanggilnya dengan “Kakanda”.  Sebuah hubungan senior yunior yang tak akan lekang oleh waktu.

Sewaktu saya masih guru belia, Pak Achmad pernah memberi baju. Baju itu kotak-kotak berwarna coklat pink. Baju ini acapkali saya gunakan untuk khotbah. Dari hadiah ini, saya lebih mengenal slogan populer, “Ajining rogo soko busono” (keberhargaan tubuh berasal dari pakaian).

Dulu di kompleks Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Jalan Jawa Jember, ada usaha konveksi yang melayani pesanan dari perseorangan dan instansi milik Pak Achmad. Konveksi ini berada di belakang sekolah dan depan rumahnya yang dihuni waktu menjadi kepala SLB. Hobi terhadap pakaian mendorongnya berbisnis pakaian seragam.

Pak Achmad terlihat modis sampai sekarang. Model bajunya selalu update. Baju takwa yang dipakai selalu model terkini. Ini bukti selera fashionnya tak termakan oleh usia yang sudah memasuki 64 tahun. Model pakaiannya tampak menolak tua, selalu segar dan mengesankan.

Bukan hanya baju, saya diawal kali menikah seringkali dikasih uang oleh Pak Achmad. Bagi guru honorer seperti saya yang bergaji Rp500 ribu pada awal dekade 2000-an, uang tersebut sangat membantu membiayai kegiatan sosial. Bahkan, yang sangat diingat oleh keluarga saya. Sewaktu istri saya sakit liver dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik, saya dibantu Rp3 juta. Jumlah yang setara dengan gaji anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) diawal lembaga ini berdiri pada 2003.

Saya pernah dipinjami sepeda Jupiter berbulan-bulan sebagai kendaraan sewaktu mengurus proyek penelitian tentang yayasan sosial dan trend perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kebetulan proyek ini dari ikhtiar Pak Achmad sebagai staf ahli di Balitbangda Jember yang menunjuk LDNU dan Yayasan SLB sebagai pelaksana dari proyek tersebut.

Tak sampai disini, sewaktu Pilkada Jember 2010, saya diberi uang Rp10 juta dan sarung BHS. Waktu itu jelang Idul Fitri 1431 H. Saat-saatnya semua orang membutuhkan uang untuk berlebaran. Padahal Saya dan Pak Achmad berseberangan. Saya menjadi tim sukses Guntur-Gus Aab. Dan ia mendukung Djalal-Kusen.

Jadi, kepedulian Pak Achmad ke saya melampaui kepentingan politik. Bahkan di atas amarah dan kebencian. Jiwa sosialnya sebagai pekerja kemanusiaan selalu ingin memberi tanpa berharap kembali. Testimoni ini jamak dialami oleh orang yang dekat dengan Pak Ahmad.

Keterlibatan Pak Achmad sebagai Owner Dapur Makan Gizi Gratis (MBG) dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto lebih didorong oleh misi kemanusiaan daripada untuk mendapatkan keuntungan. Apalagi ingin memperkaya diri. Keinginan ini pasti untuk pekerjaan kemanusiaan yang berjibaku dengan anak disabilitas sedari muda sampai sekarang, sudah lewat. Sudah barang tentu, keinginan yang tak pernah bisa diredam di usia yang sudah tak muda lagi, cita-citanya ingin selalu bermanfaat terhadap sesama.

Selamat Milad ke-64 Pak Achmad, semoga panjang umur, sehat dan sukses selalu. Amien.

Moch Eksan adalah Pendiri Eksan Institute

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!