News

Dari Jember, Dua Guru Besar Malaysia Serukan Negara-Negara Islam Bersatu Bela Palestina

Jember,  Portal Jawa Timur – Dari Jember Jawa Timur, dua guru besar asal Sultan University Zaenal Abidin Malaysia menyerukan agar negara-negara Islam bersatu untuk membela Palestina. Keduanya adalah Prof Madya. Dr. Anas Bin Mohd Yunus dan Prof Madya. Dr. Najihah Binti Abdul Wahid.

Baca Juga: Faperta UIJ Gelar Reuni Akbar, Endang: Bukan Sekadar Ajang Nostalgia

Kedua tokoh tersebut menjadi narasumber dalam International Seminar dengan titel Moderat Islamic as Social Capital for Global Peace, yang digelar oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ) di aula Miftahul Ulum, kampus 1 UIJ, Kamis, 25 September 2025.

Baca Juga: Gandeng Peradi dan Ikadin, UIJ Gelar PKPA 2025 Untuk Mencetak Advokat Andal

Kekejaman penjajah Israel terhadap warga Palestina, sungguh melebihi batas kemanusiaan. Kejam dan sadis. Hampir tiap hari Palestina, khususnya di jalur Gaza dibombardir tanpa ampun. Warga Palestina diberi 2 pilihan oleh Israel: mengungsi atau mati sia-sia.  Genusida betul-betul terjadi di bumi Palestina yang didukung Amerika Serikat.

“Karena itu tanpa ada sikap bersatu hati negara Islam, kita tidak akan mampu menangani Zionis itu,” kata Prof Anas.

Menurutnya sangat penting negara-negara Islam bersatu untuk menghadapi Israel dan sekutunya dalam pendudukan Palestina. Ia yakin jika negara-negara Islam bersatu membela Palestina pasti bisa melawan Israel.

“Kalau negara di belakang Israel menyerang satu negara ini, pasti tidak kuat. Tapi kalau dibantu negara lain pasti akan kuat,” jelas Prof Anas.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan negara-negara Islam sangat diperlukan untuk meredam angkara murka Israel yang bersikukuh ingin menguasai tanah Palestina.

“Selemah apapun negara, kalau dibantu negara lain pasti akan kuat. Perpaduan dari berbagai negara (Islam) bersatu dan saling menyokong, adalah kunci menangani konflik di Palestina,” ujarnya seraya menyatakan bahwa Ahlusunah wal Jamaah sebagai ajaran Islam moderat juga diperlukan untuk menangani konflik di Palestina.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Jember Dr. Ahmad Halid mengatakan bahwa sesungguhnya umat Islam dengan sesama umat Islam atau bahkan non Muslim mempunyai ikatan yang mesti dipegang teguh. Katanya, antar umat Islam, dengan non Muslim, bahkan dengan warga negara lain, ada ikatan persaudaraan.

“Yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariah, dan ukhuwah wathaniyah. Dan itulah Ahlussunnah wal Jamaah. Kalau ini diterapkan di Palestina, mungkin tidak ada konflik,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang narasumber, Samanhudi mengungkapkan  bahwa konsep wasathiyah (moderat) adalah mengatur keseimbangan antara dua sisi, misalnya orientasi ketuhanan (teosentris) dan  kemanusiaan (antroposentris), penerimaan takdir Allah dan ikhtiar manusia, wahyu dan akal (rasio), orientasi spiritual (rohani) dan orientasi materiil (jasmani), orientasi keagamaan dan kebangsaan, solidaritas kelompok (paling benar) dan penghormatan terhadap kelompok lain.

“Dan sikap al-ghuluw atau berlebihan, dan sikap taqshîr pengurangan,” jelas Simon, sapaan akrabnya.

Dakan Fakultas Tarbiyah UIJ tersebut juga membeberkan strategi implementasi pendidikan Islam moderat di kampus, di antaranya, pertama adalah adanya kurikulum inklusif, yakni mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam mata pelajaran dan menghargai  budaya lokal.

Link video terkait:

Kedua, metode pembelajaran dialogis. Yaitu diskusi terbuka, critical thinking, problem solving, dan menghindari doktrin tertutup yang mematikan daya kritis.

Ketiga, peran guru/dosen sebagai role model dengan menampilkan teladan sikap toleran, bijaksana, dan terbuka, dan mengarahkan peserta didik agar mencintai keragaman.

“Keempat adalah kolaborasi dengan lembaga global, pertukaran pelajar, seminar lintas negara, kerjasama internasional, dan menyiapkan santri/mahasiswa menjadi duta moderasi,” pungkas Simon.

Dalam kesempatan itu, Rektor UIJ dan perwakilan Sultan University Zaenal Abidin Malaysia menanda tangani MoU untuk mengembangkan kerjasama lebih lanjut (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!