Belqis Raih IPK Tertinggi Pendidikan Bahasa Inggris UIJ, Ini Rahasianya
Jember, Portal Jawa Timur – Belqis Azida Maulidia. Ia tampak tersenyum ceria ketika menerima selempang dengan tulisan “Lulusan IPK Tertinggi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris” saat acara Pengukuhan Yudisi Sarjana S1 di aula Miftahul Ulum kampus 1 UIJ, Jalan Kiai Mojo 101, Kaliwates Jember, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Pilih Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember Raih Akreditasi Baik Sekali
Ya, Belqis adalah peraih IPK 3,92. Angka tersebut tidak hanya tertinggi di antara mahasiswa satu prodi, tapi juga tertinggi di antara seluruh peserta Pengukuhan Yudisi Sarjana S1 FKIP UIJ.
Baca Juga: Batikmatika Jadi Materi Praktik UTS FKIP Universitas Islam Jember
“Itu (IPK Tertinggi) bukan tujuan, saya hanya belajar sebaik mungkin,” ujar Belqis kepada media ini di Jember, Selasa (16/12/2025).
Belqis adalah anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan Satrali dan Umiyatun. Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nuris (Balung), lalu melanjutkan ke MTs. dan Madrasah Aliyah (MA) Wahid Hasyim, Balung Kabupaten Jember.
Menurut Belqis, sejak awal dirinya memang menyukai bahasa Inggris. Ketika sekolah di MI Nuris, Belqis dikursuskan bahasa Inggris oleh sang ayah.
“Akhirnya sampai sekarang suka bahasa Inggris,” jelasnya.
Belqis menambahkan, sejatinya tidak ada resep khusus sehingga dirinya berhasil meraih IPK tertinggi. Cuma, setiap tugas kuliah, semua dikerjakan dengan baik. Serepot apapun jika ada tugas kuliah wajib didahulukan. Katanya, sistem pengajaran, dan tugas-tugas yang diberikan dosen, memang dirancang untuk melahirkan mahasiswa terbaik.
“Jadi saya belajar dengan baik, mengerjakan tugas-tugas dengan baik, itu saja,” jelasnya.
Setelah lulus, Belqis mengaku masih ingin mengabdi untuk almamaternya, yakni MA Wahid Hasyim Balung. Di tempat ini, Belqis sudah mengabdi sejak awal tahun 2025. Ia ingin generasi muda NU, tidak hanya piawai di bidang agama namun juga ada yang fasih berbahasa Inggris.
“Saya ingin berkontribusi pada bangsa agar generasi muda NU juga piawai bahasa Inggris,” jelasnya.
Sedangkan terkait dengan masa depannya, Belqis mengaku masih bercita-cita menempuh jenjang pendidikan S2. Sebab semakin lama, ukuran kualifikasi pendidikan akan semakin tinggi seiring dengan perkembangan zaman.
“Saya masih cari informasi soal beasiswa S2,” pungkasnya (Jbr-1/WIL).



