Bilqis, Calon Hakim Lahir dari Universitas Islam Jember
Jember, Portal Jawa Timur – Tinggi badan semampai, penampilannya anggun dan murah senyum, itulah Bilqis Amelia Saathiya Putri. Bilqis, sapaan akrabnya, bukan hanya good looking tapi juga cerdas. Buktinya, ia dinobatkan sebagai peraih IPK tertinggi (3,95) saat Yudisium Fakultas Hukum Universitas Islam Jember (UIJ) di aula kampus 2 UIJ, Jalan Tidar, Karangrejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Tingkatkan Layanan Masyarakat, Fakultas Hukum UIJ Dirikan Pusat Studi Hukum dan Demokrasi
Lajang kelahiran Surabaya 22 tahun lalu itu, tidak mengherankan jika meraih IPK 3,95. Pasalnya, Bilqis adalah tipe mahasiswa yang disiplin dan kutu buku. Ia senang membaca buku apa saja.
Baca Juga: Gandeng Peradi dan Ikadin, UIJ Gelar PKPA 2025 Untuk Mencetak Advokat Andal
Sejak menjadi mahasiswa Fakultas Hukum UIJ, Bilqis lebih fokus membaca buku-buku yang ada kaitannya dengan hukum. Tidak sekadar membaca, namun jika menemukan sesuatu yang dirasa kurang pas di buku tersebut, ia mesti bertanya kepada dosen di kampusnya.
“Saya biasanya tanya kepada Pak Nail (Muhammad Hoiru Nail, Kepala Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UIJ). Dari beliau saya mendapat penjelasan yang tidak saya pahami di buku,” ucapnya di Jember, Rabu (17/12/2025).
Jika tidak puas dengan jawaban yang tersedia, Bilqis bertanya kepada pihak lain yang dianggap paham hukum. Sebab, bagi Bilqis, jawaban itu cukup penting sebagai pencerahan sekaligus referensi dalam mencari jalan keluar dari persoalan yang sama yang mungkin ia hadapi suatu waktu.
“Jangan pernah puas untuk belajar, dan terus belajar,” ucapnya.
Lulus dengan IPK 3,95 tidak membuat Bilqis puas, apalagi menepuk dada. Bagi Bilqis, ilmu yang diraihnya belum seberapa jika dibandingkan dengan persoalan yang terjadi di jagat hukum.
Karena itu, Bilqis mengaku punya rencana untuk melanjutkan pendidikan S2. Ia tak akan memilih perguruan tinggi Jember atau daerah lain di Jawa Timur, tapi ia mengincar Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Bilqis berharap potensinya bisa lebih tereksplor di UGM.
“Tapi semua bergantung Gusti Allah, saya hanya bercita-cita, semua yang menentukan adalah Allah,” jelasnya.

Di luar keinginan untuk kuliah S2, Bilqis ingin berkarir di Pengadilan Negeri, khususnya sebagai hakim. Ia sangat mendambakan menjadi hakim yang jujur dan berintegritas di tengah menguatnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang merajam negeri ini.
“Dengan begitu, saya bisa berkontribusi bagi penegakan hukum yang adil,” ucapnya.
Anak pertama dari 4 bersaudara ini mengaku beruntung bisa menimba ilmu di UIJ. Katanya, perguruan tinggi yang satu ini menyuguhkan pendidikan yang komplit, mulai dari materi akademik, non akademik hingga materi agama Islam.
“Ketemu dengan kampus begitu, saya bisa lebih banyak belajar dan menggali ilmu,” pungkasnya.
Jika kehendak Bilqis beriringan dengan ridlo Allah, maka tak ada satupun yang bisa menghalangi langkahnya menuju posisi hakim. Perjalanan masih panjang, selamat berjuang calon Bu Hakim (Jbr-1/AAR).



