Bertausiyah di ‘Ngaji Cinta Senin Legi’ Ustadz Fathor: Jika ada Program Tak Baik, Kita Ingatkan dengan Cara Baik
Jember, Portal Jawa Timur – Menjadi orang baik adalah muara perjalanan manusia dalam mengarungi belantara kehidupan. Bahkan Allah menciptakan hidup dan mati sebagai ujian siapakah di antara manusia yang paling baik amalnya.
Hal tersebut diungkapkan Dr. H. Achmad Fathor Rosyid saat memberikan tausiyah dalam acara Ngaji Cinta Senin Legi di lobby kantor Bupati Jember, Senin (15/12/2025).
Menurut Ketua LAZISNU Jember itu, sejatinya inti hidup manusia adalah membuat legacy, meninggalkan cerita yang baik sebagai bekal saat menghadap Sang Khaliq ketika menjalani kehidupan di alam akhirat. Salah satu hal penting yang mengatribusi ‘cerita yang baik’ adalah memberikan manfaat bagi manusia.
Baca Juga: Sinergi LAZISNU Jember dengan Fatayat NU Arjasa Santuni 100 Anak Yatim dan Masyarakat
“Allah memberikan predikat orang terbaik itu bukan melulu kepada yang banyak ibadahnya, rajin salatnya, tapi yang terbaik adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama,” ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Ustadz Fathor, apapun pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan publik, apakah relawan atau aparatur pemerintah, maka itu sudah menjadi tiket menjadi orang baik. Sebab, memberikan pelayanan kepada publik sama dengan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Orang yang baik itu adalah orang yang selalu berbuat baik kepada siapapun bahkan kepada orang yang berbuat jelek kepada dirinya,” jelas Wakil Dekan II Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember itu.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fathor mengingatkan tentang sabda Nabi Muhammad SAW bahwa terdapat 5 kelompok yang tidak boleh dikecewakan.
“Lima kelompok yang harus kita berbuat baik kepada mereka,” katanya.
Pertama adalah ulama. Ulama adalah pewaris para Nabi sehingga wajib dihormati.
Kedua adalah umara, atau pemimpin formal alias pemerintah. Wujud penghormatannya adalah mendukung program-program yang dijalankan selama tidak bertentangan dengan perintah Allah.
“Jika ada program tak baik, kita ingatkan (pemerintah) dengan cara yang baik,” ujar Ustadz Fathor.
Ketiga adalah para tetangga. Sehebat apapun, manusia tidak bisa hidup sendirian, tapi mesti hidup dengan tetangga.
“Harus kita jaga hubungan baik dengan mereka, kita hormati tetangga kita,” ucapnya.
Keempat adalah sanak famili. Sanak famili tidak hanya terbatas pada orang yang mempunyai hubungan darah, tapi juga dengan orang-orang yang searah, yang sama-sama memiliki kesamaan psikologis- emosional.
“Hal itu yang sering diistilahkan dengan ukhuwah islamiyah ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” urainya.
Kelima adalah istri. Dialah yang selalu menjadi pendamping suami dalam keadaan suka dan duka. Sejarah membuktikan bahwa di balik suksesnya seorang suami, ada peran istri yang tersembunyi.
“Boleh dikata istri adalah kunci sukses bagi suami,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).



