Muslimat NU dan Pemkab Jember Bersinergi di Hari Sosial, Nyai Kam: Kami Siap Bangun Jember yang Religius
Jember, Portal Jawa Timur – Muslimat NU Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, organisasi perempuan Nahdlatul Ulama ini menggelar Peringatan Hari Sosial di Pendopo Wahyawibawagraha, Ahad (26/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi, tetapi juga menegaskan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian menjadi warna utama sepanjang rangkaian acara.
Baca Juga: Delapan Dekade Muslimat NU Jember: Jejak Sunyi dari Pengajian Kampung ke Pemberdayaan Umat
Selain dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jember, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren serta perwakilan 26 MWC Muslimat NU.
Hadir sebagai muballigh adalah KH. Muhammad Faiz Sa’di Amir, pengasuh Pondok Pesantren Jalaluddin Rumi, Jenggawah, Jember, yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi mengatakan bahwa kegiatan Peringatan Hari Sosial tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bersama organisasi kemasyarakatan untuk membangun masyarakat yang religius, peduli, dan berkeadilan sosial.
“Kami siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah untuk membangun Jember yang religius,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nyai Kam—sapaan akrabnya—juga menyinggung kehadiran anak-anak yatim yang diundang untuk menerima santunan. Dengan penuh kasih sayang, ia memberikan semangat dan membesarkan hati mereka agar tetap optimistis dalam menjalani kehidupan meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.
“Ketahuilah bahwa kalian tidak sendiri. Muslimat Nahdlatul Ulama bersama Pemkab Jember akan terus hadir memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan agar kalian tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas, sehat, dan membanggakan bangsa, tentunya cinta NKRI,” urainya.
Suasana haru pun terasa ketika pesan tersebut disampaikan. Bagi anak-anak yatim, perhatian dan kasih sayang yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi penguat semangat untuk terus menatap masa depan dengan penuh harapan.
Nyai Kam juga menyambut gembira hadirnya Muslimat NU yang baru saja menunaikan ibadah haji. Ia berharap agar gelar hajjah tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga menjadi haji yang mabrur serta mampu menjadi teladan dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” harapnya.
Selain itu, Nyai Kam berharap kerja sama Muslimat NU dengan Dinas Kesehatan dalam program vaksinasi dan imunisasi kesehatan ibu dan anak dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas. Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.
“Kalau kita tidak sehat, anak-anak tidak sehat, apakah akan menjadi kader-kader bangsa yang tangguh kalau keadaannya stunting dan lain sebagainya,” jelasnya.
Peringatan Hari Sosial tersebut ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Santunan diserahkan secara simbolis oleh istri Bupati Jember, Ghyta Eka Puspita, bersama Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi. Momen itu menjadi penegas bahwa semangat gotong royong, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama merupakan nilai yang harus terus dijaga demi terwujudnya masyarakat Jember yang religius, sejahtera, dan berkeadilan sosial (Jbr-1/AAR).



