Lebaran Lebih Tenang, Pemkab Jember Fasilitasi Mudik Aman dan Humanis
Jember, Portal Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tak pernah lelah memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat. Untuk menyambut lebaran tahun 2026, Pemkab Jember menyuguhkan layanan transportasi gratis yang dikemas dengan program Mudik Aman Berbagi Cinta. Sebuah inisiatif yang tak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian di tengah tradisi mudik yang sarat makna.
Baca Juga: Tarif Angkutan Online Segera Diterapkan di Jember, Sanksi Pelanggaran Belum Dibahas
Program ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Bukan sekadar layanan antar-jemput, tetapi sebuah ikhtiar untuk memastikan setiap warga dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan bermartabat, sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat saat arus mudik Lebaran.
Baca Juga: Komisi C DPRD Jember Minta PU Bina Marga Segera Perbaiki Jembatan Berlubang di Desa Gumelar
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya telah menyiapkan armada terbaik untuk melayani pemudik di sejumlah jalur strategis lintas daerah.
“Kami menyiapkan kurang lebih sembilan armada bus dengan empat rute utama, yakni Jakarta–Jember, Bali–Jember, serta rute pulang-pergi untuk Jember–Madura dan Jember–Mataram,” ujarnya saat ditemui di lokasi pemberangkatan, Jalan Sudarman, Kamis (19/3/2026).
Tercatat sebanyak 516 penumpang telah mendaftarkan diri dalam program ini. Untuk menjamin kualitas perjalanan, Dishub Jember tidak hanya memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesiapan fisik para pemudik.
Sebelum keberangkatan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang aman sejak dari titik awal.
Tak berhenti di situ, sentuhan kepedulian juga diwujudkan melalui pemberian paket makanan dan minuman sebagai bekal berbuka puasa di perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai layanan teknis, tetapi juga sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan personal para pemudik.
Lebih jauh, Gatot menegaskan bahwa program ini memiliki misi strategis, yakni mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan roda dua yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi, dengan mengalihkan mereka ke moda transportasi massal yang lebih aman dan terstandar.
“Tujuan kami jelas, yakni memberikan angkutan yang aman dan nyaman, mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, serta menekan angka kecelakaan bagi pengguna kendaraan pribadi,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar manfaatnya semakin luas. Dengan melihat tingginya animo masyarakat, terbuka peluang penambahan kuota penumpang hingga perluasan rute layanan, seiring dengan kebijakan yang akan diambil oleh pimpinan daerah.
“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Kami berharap ke depannya ada kebijakan untuk menambah kuota dan rute-rute baru agar lebih banyak masyarakat yang terbantu,” pungkas Gatot (Jbr-1/AAR).



