News

Bu Nyai Nusantara Jember Siapkan Daurah Ilmiah, Gus Fawait Beri Dukungan Penuh

Jember,  Portal Jawa Timur – Sinergi antara tokoh agama dan jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Jember kian menunjukkan arah yang positif dan konstruktif. Hal ini ditandai dengan bakal digelarnya daurah Ilmiah (seminar) bertajuk Kepemimpinan Bunyai dalam Menjaga Marwah Pesantren dan Umat. Kegiatan yang sepenuhnya difasilitasi  oleh Bupati Jember Muhammad Fawait tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026 di aula Pendopo Kabupaten Jember.

Baca Juga: Ketua PC Muslimat NU Jember: Mari Rawat Anak Kita agar Jadi Generasi Aswaja yang Cinta NKRI

Menurut perwakilan Bu Nyai Nusantara Jember, Nyai Hj. Aisyah Ajhury Al Hasani, rencana daurah ilmiah tersebut disepakati dalam pertemuan silaturahmi antara tokoh Bunyai Nusantara dengan sang bupati di pendopo Wahyawibawagraha, Senin (26/01/2026) malam.

Baca Juga: 21 Tahun Pengajian Jumat Manis Muslimat NU Kalisat Jember Menebar Manfaat

Nyai Aisyah menjelaskan bahwa daurah ilmiah tersebut merupakan wujud kesadaran kolektif akan peran strategis bunyai dalam kehidupan keagamaan dan sosial. Tidak hanya sebagai pengasuh santri di lingkungan pesantren, bunyai juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah pesantren serta membimbing umat menghadapi dinamika dan tantangan zaman.

“Daurah ini lahir dari kesadaran bersama bahwa bunyai memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya dalam pengasuhan santri, tetapi juga dalam menjaga marwah pesantren dan membimbing umat di tengah berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan pesantren menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Katanya, bunyai adalah penjaga nilai, akhlak, dan arah moral masyarakat, sehingga perlu ruang konsolidasi ilmiah yang terstruktur.

Karena itu, Nyai Aisyah mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati Jember terhadap kegiatan daurah ilmiah tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata harmonisasi ulama dan umara.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal kegiatan seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas moral dan sosial masyarakat Jember,” tambahnya.

Sinergi antara ulama dan pemimpin pemerintahan, lanjutnya, memiliki landasan kuat dalam khazanah pemikiran Islam klasik. Ia lalu mengutip pandangan Imam Al-Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyyah: الإِمَامَةُ مَوْضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا

“Kepemimpinan ditegakkan sebagai penerus tugas kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia.”

Menurutnya, pandangan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan pemerintahan dan kepemimpinan moral keagamaan memang dirancang untuk berjalan beriringan.

Ia juga menukil nasihat Imam Al-Ghazali tentang pentingnya keseimbangan antara agama dan kekuasaan:  الدِّينُ وَالسُّلْطَانُ تَوْأَمَانِ، فَالدِّينُ أَصْلٌ وَالسُّلْطَانُ حَارِسٌ، وَمَا لَا أَصْلَ لَهُ فَمَهْدُومٌ وَمَا لَا حَارِسَ لَهُ فَضَائِعٌ

“Agama dan kekuasaan adalah saudara kembar. Agama adalah fondasi, kekuasaan adalah penjaga.”

“Nilai inilah yang kami lihat hadir dalam dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran Bunyai hari ini,” urai Nyai Aisyah.

Pentingnya fondasi moral dalam kepemimpinan tidak hanya diakui dalam tradisi Islam, tetapi juga dalam pemikiran Barat. Nyai Aisyah mengutip pernyataan Presiden pertama Amerika Serikat, George Washington: “Religion and morality are indispensable supports for political prosperity.”

Menurutnya, hal tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat selalu berpijak pada nilai dan moralitas.

Daurah Ilmiah ini akan menjadi wadah konsolidasi ulama perempuan se-Kabupaten Jember untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan sosial sekaligus menjaga kehormatan pesantren di mata publik.

Kegiatan ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional tentang bagaimana kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan tokoh agama perempuan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan karakter bangsa.

“Kami berharap forum ini melahirkan gagasan-gagasan yang solutif dan bisa menjadi model kolaborasi ulama perempuan dan pemerintah daerah di tingkat nasional,” pungkasnya (AAR).

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!