News

Cabe Jamu Produksi Jember Tembus Sulawesi Selatan

Jember,  Portal Jawa Timur – Cabe jamu produksi Jember, Jawa Timur, kini resmi merambah Sulawesi Selatan (Sulsel). Melalui Perkumpulan Petani Cabe Jamu Indonesia (PPCJI), puluhan ribu bibit cabe jamu dipasok ke tiga kecamatan di Kabupaten Barru, yakni Tanete Rilau, Balusu, dan Pujananting. Langkah ini menandai perluasan budidaya cabe jamu lintas pulau sekaligus membuka babak baru pengembangan komoditas herbal nasional.

Baca Juga: Warga Sukabumi Jawa Barat Kunjungi PPCJI Jember untuk Belajar Budi Daya Cabe Jamu

Ketua PPCJI, Abu Darin, mengungkapkan bahwa kerja sama pembudidayaan cabe jamu dengan sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Barru telah terjalin sejak pertengahan Januari 2026. Kesepakatan tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi telah ditindaklanjuti dengan pengiriman bibit ke lokasi tujuan.

Baca Juga: Ingin Budi Daya Cabe Jamu, Muhammadiyah Cabang Brondong Lamongan Studi Tiru ke Ambulu Jember

“Kerja sama sudah diteken, bahkan bibitnya juga sudah kami kirim,” ujar Abu Darin saat ditemui di Jember, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, ekspansi budidaya cabe jamu ke luar daerah merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen cabe jamu terbesar di dunia. Menurutnya, peluang pasar internasional terbuka lebar, terutama untuk memenuhi permintaan ekspor ke India yang terus meningkat.

“Permintaan ekspor cukup besar, dan harganya juga sangat menggiurkan,” jelasnya.

Penandatanganan MoU oleh Koordinator PPCJI Provinsi Sulawesi Selatan dan Perwakilan BUMDes Lalabata

Sementara itu, Koordinator PPCJI Provinsi Sulawesi Selatan, Sunarto Hamzah, menyampaikan bahwa sebanyak 13.200 bibit cabe jamu telah masuk ke Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau. Selain itu, 2.000 bibit lainnya telah disalurkan ke Desa Kamiri, Kecamatan Balusu.

“Bibit-bibit tersebut sudah ditanam sejak 18 Januari 2026 lalu,” ungkap Sunarto melalui sambungan telepon seluler.

Ia menambahkan, budidaya cabe jamu di Desa Lalabata menjadi yang pertama kalinya dilakukan di Sulawesi Selatan. Kehadiran komoditas ini diharapkan dapat menjadi alternatif tanaman bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

“Kami berharap cabe jamu bisa menjadi sumber cuan baru bagi warga Sulsel. Ke depan, kami juga berencana menyiapkan lahan seluas 50 hektare untuk pengembangan budidaya cabe jamu,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!