UIJ Gelar Pelatihan ‘Mathematic Aquaponik Untuk Ketahanan Pangan dan Gaya Hidup Berkelanjutan’ di SMK Nailul Huda Bondowoso
Bondowoso, Portal Jawa Timur – Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMK Nailul Huda, Desa Mrawan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur selama 1 bulan penuh.
Baca Juga: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UIJ, Jalani PPL di 9 Perusahaan Media
Kegiatan yang dimulai Kamis, 30 Oktober 2025 hingga 30 November 2025 tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan dengan mengusung tema Mathematic Aquaponik untuk Ketahanan Pangan dan Gaya Hidup Berkelanjutan.
Baca Juga: Faperta UIJ Gelar Reuni Akbar, Endang: Bukan Sekadar Ajang Nostalgia
Kegiatan yang disponsori oleh DPPM Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat tahun 2025 tersebut diketuai Fury Styo Siskawati dengan anggota tim perwakilan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UIJ, yakni Dekan FKIP Sholahudin Al Ayubi, dan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Endang Sri Wahyuni.
Menurut Fury, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai pemanfaatan sistem aquaponik berbasis matematika sebagai solusi ketahanan pangan dan gaya hidup berkelanjutan.
Katanya, materi yang sajikan berkaitan dengan konsep matematika yang diterapkan dalam sistem aquaponik, di mana siswa diajak untuk memahami pentingnya keberlanjutan dalam pertanian dan pengolahan pangan.
“Melalui program ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian berbasis lingkungan,” ujar Fury di Bondowoso, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, selain untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan, pengabdian masyarakat ini juga untuk mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menerapkan pendekatan Deep Learning di sekolah.
“Kami berharap program ini dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning yang sangat relevan untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Sementara itu, Sholahudin Al Ayubi, mengatakan bahwa dengan ketahanan pangan yang dibangun melalui sistem aquaponik, masyarakat bisa menghasilkan bahan makanan sendiri secara mandiri. Sayuran bisa dipetik langsung dari kebun, buah pun bisa dipetik kapan saja, bahkan ikan dapat dipancing tanpa harus membeli dari luar.
“Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Sedangkan Endang Sri Wahyuni turut menekankan pentingnya semangat generasi muda untuk menghasilkan inovasi. Ia berharap pada generasi muda agar selalu semangat belajar untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi lingkungan. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi wajib menciptakan sesuatu yang bisa digunakan oleh banyak orang.
“Jangan kalah dengan semangat kita yang sudah jauh berjalan di depan. Kejar kejar dan kejar terus cita-cita untuk menjadi sukses,” ucapnya yang memberikan semangat.
Para peserta pelatihan yang terdiri dari seluruh guru dan siswa cukup antusias mengikuti kegiatan. Bagi mereka ini adalah kesempatan untuk melibatkan diri dalam proyek-proyek inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ketahanan pangan dan gaya hidup ramah lingkungan.
Kepala SMK Nailul Huda, M. Sukron Romadhon berharap agar pelatihan ini dapat membuka wawasan para peserta untuk menerapkan teknologi sederhana namun efektif dalam kehidupan sehari-hari, serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif yang sangat bermanfaat dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya (Jbr-1/AAR).



