Alumni Back To Campus, Abu Darin Siap Kolaborasi dengan Faperta UIJ
Jember, Portal Jawa Timur – Beberapa waktu lalu Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar pelatihan Pembuatan Pupuk Semi Organik yang melibatkan 67 mahasiswa dan beberapa dosen.
Pelatihan tersebut mengusung misi bagus: Alumni Back To Campus. Oleh karena itu, pelatihan yang mengangkat tema Nutri Balance: Pelatihan Pupuk Semi Organik Berbasis Keseimbangan Alam dan Teknologi tersebut menghadirkan Abu Darin.
Baca Juga: Mahasiswa Faperta UIJ Praktik Menanam Cabe Jamu Perkebunan Milik Abu Darin
Abu Darin adalah alumni Fakultas Pertanian UIJ Prodi Sosial Ekonomi. Usai kuliah, ia menekuni pertanian karena memang basis keluarganya adalah petani.
“Ya anaknya petani, kan sah-sah saja saya jadi petani,” ucapnya di Jember, Sabtu (19/7/2025).
Baca Juga: Mahasiswa UIJ Gelar PKL Belajar Budidaya Kubis dan Lombok di ‘Basecamp’ PFPVI
Selain bertani seperti biasa, Abu Darin juga mencoba peruntungan budi daya vanili, mewarisi usaha ayahnya. Lama kelamaan, ia juga menekuni budi daya cabe jamu. Dua usaha inilah yang sampai sekarang dia tekuni.
Namun di luar itu, Abu Darin juga belajar membuat pupuk organik secara mandiri. Menurutnya, pupuk organik bukan hanya karena murah tapi juga manfaatnya bagi tumbuhan cukup bagus. Katanya, selama bertahun-tahun, sawah dicekoki pupuk kimia. Padahal pupuk kimia mengakibatkan unsur hara tanah tergerus. Jika tanah sawah hilang unsur haranya, maka tanah tersebut hilang kesuburannya alias tandus.
“Itulah yang membuat hati saya tergerak untuk belajar membuat pupuk organik,” jelasnya.
Abu Darin belajar secara otodidak, memadukan pengalaman di lapangan dengan berbagai teori yang ada. Akhirnya setelah sekian lama belajar, ia berhasil membuat pupuk cair organik, namanya Ireng-Ireng. Jenis pupuk cair yang satu ini sudah cukup banyak yang menggunakannya. Ternyata hasilnya cukup bagus, tak kalah dengan pupuk organik merk terkenal.
“Sudah dipraktikkan oleh 20 orang, mereka menggunakan Ireng-Ireng untuk memupuk padi, jagung, dan sebagainya. Ternyata bagus. Sekarang banyak dipesan oleh petani, baik di Jember maupun luar Jember,” ulasnya.
Abu Darin tidak hanya pandai membuat pupuk organik, tapi usahanya berbudi daya vanili dan cabe jamu juga berkembang pesat. Iapun tak jarang mendapat undangan untuk menjadi narasumber tentang pupuk organik, budi daya vanili, dan cabe jamu.
“Alhamdulillah, ini ilmu barokah belajar di UIJ,” ujarnya.
Abu Darin mengakui dirinya tidak pernah belajar soal pupuk organik, budi daya vanili, cabe jamu, dan sebagainya namun ilmu yang didapat dari UIJ menjadi bekal dasar untuk belajar dari alam tentang pupuk organik dan sebagainya.
“Poro kiai pendiri UIJ menimbulkan semangat bagi saya untuk terus belajar menekuni pertanian,” jelasnya.
Hubungan Abu Darin dengan UIJ terus terjalin seiring kemampuan dia dalam mengembangkan budi daya vanili, cabe jamu, dan keberhasilannya membuat pupuk Ireng-Ireng. Sebab, sangat sering perkebunan Abu Darin menjadi tempat praktik lapangan dari mahasiswa Faperta UIJ. Bahkan penggunaan pupuk Ireng-Ireng menjadi obyek penelitian seorang dosen UIJ.
“Insyaallah saya nyambung terus dengan almamater saya, UIJ. Saya siap berkolaborasi dengan Faperta demi kemajuan UIJ,” terangnya.
Sementara itu, Dekan Faperta UIJ, Ir. Endang Sri Wahyuni, MP., mengatakan Abu Darin adalah salah satu contoh jebolan UIJ yang berhasil memanfaatkan ilmunya dalam pengembangan pupuk organik, usaha budi daya vanili, dan cabe jamu.
“Ada juga (alumni UIJ) yang menjadi orang penting di Mitra Tani 27,” akunya.
Endang menambahkan, dalam rangka Alumni Back to Campus, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para alumni Faperta UIJ bulan depan.
Tujuannya, selain untuk menyambung tali silaturahmi, juga membangun kebersamaan agar mereka yang telah sukses dapat menjalin kerja sama dengan UIJ demi kemajuan kampus milik NU Jember tersebut.
“Intinya kita dengan para alumni bisa tetap menjalin silaturahmi, dan kita cari peluang yang mungkin bisa dikerja samakan,” pungkasnya (Jbr-1/AAR).



