Warung Dibongkar, Pemiliknya Wadul DPRD Jember, Cak Toni: Mereka Juga Butuh Makan
Jember, Portal Jawa Timur – Hearing antara Komisi B DPRD Jember bersama sejumlah pemilik warung di Rambipuji dan pihak Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember di ruang Komisi B, Senin (16/6/2025) menguak cerita sedih dari para pemilik warung. Betapa tidak, mereka terpaksa harus membongkar sendiri warung-warungnya yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupannya.
Baca Juga: Cak Toni: Wong Lumajang Jadi Legislator Jember, Raih Suara Terbanyak di NasDem
“Ya kami terpaksa bongkar sendiri karena kami diancam dengan denda Rp50 juta,” ucap salah seorang pemilik warung, Wahab.
Baca Juga: Inilah Nama-nama Peraih Kursi Partai NasDem Jember : 4 Petahana, 2 Pendatang Baru
Wahab mengaku semua pemilik warung diberi surat peringatan dari Satpol PP Jawa Timur agar segera merobohkan sendiri warung-warung yang ada. Jika tidak, maka ancamannya dihukum kurungan 3 bulan dan denda uang Rp50 juta.
Tidak hanya lewat surat peringatan, sejumlah Satpol PP Jawa Timur mendatangi pemilik warung seraya meminta warung segera dibongkar.
“Kami diintimidasi, disuruh bongkar warung dengan alasan jalan akan dilebarkan, tapi saya tidak percaya itu karena jalannya tetap, tidak dilebarkan,” tambahnya.
Seperti diketahui, warung-warung tersebut berada di pinggir jalan sekitar tempat penimbunan kayu (TPK) di Desa/Kecamatan Rambipuji, yang merupakan milik Perhutani KPH Jember.
Perhutani KPH Jember juga menghendaki warung-warung tersebut dipindah entah kemana karena selain tidak rapi, juga sangat berbahaya jika sewaktu-waktu pohon jati di belakang warung, tumbang dan memakan korban pemilik warung.
“Yang disalahkan ya kami juga nanti,” ucap Wakil Administratur Perhutani KPH Jember Selatan, Suyono.
Menanggapi itu, anggota Komisi B, Khurul Fatoni mengaku trenyuh dengan nasib para pemilik warung. Pasalnya, untuk memenuhi hajat hidupnya setiap hari bergantung pada warung-warung yang mereka punya.
“Jika harus dibongkar lantas kemana mereka cari makan,” ucapnya.
Cak Toni, sapaan akrabnya, yang warga Lumajang itu mengaku hampir setiap hari melewati jalan di depan warung tersebut untuk menuju gedung DPRD Jember.
“Saya kaget ketika melihat warung-warung itu dibongkar,” jelasnya.
Menurut anggota Fraksi NasDem itu, para pemilik warung adalah orang-orang yang terpinggirkan, apalagi dari sisi umur mereka sudah lansia sehingga tidak punya daya untuk mencari pekerjaan lain.
“Karena itu, kami mohon kebijakan pihak Perhutani agar bisa sedikit memberi ruang kepada mereka supaya bisa berjualan. Mereka juga butuh makan,” pinta Cak Toni.
Selain Cak Toni, anggota Komisi B yang lain, yaitu Agus Khoironi, Nurhuda Candra Hidayat, Candra Ary Fianto juga berharap senada dengan Cak Toni.
Kendati awalnya pihak Perhutani menolak mengakomodasi keinginan para pemilik warung, namun akhirnya melunak. Pihak Perhutani menyediakan lahan kosong di seberang jalan TPK untuk dijadikan lahan baru warung.
“Silahkan lahan itu tempati namun yang rapi dan bersih,” jelas Suyono (Jbr-1/AAR).



