Opini

Pergeseran Paradigma Pembangunan Ekonomi Indonesia dalam Konteks Globalisasi

Oleh: Moh. Raihan Nur Islami

Pada periode 2024–2025, pergeseran paradigma pembangunan ekonomi Indonesia semakin nyata seiring dengan perubahan lanskap ekonomi global yang ditandai oleh perlambatan pertumbuhan dunia, konflik geopolitik yang berkepanjangan, serta pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara maju. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi yang menuntut kehati-hatian sekaligus ketegasan dalam menentukan arah pembangunan. Globalisasi pada fase ini tidak lagi bersifat ekspansif, melainkan selektif dan penuh risiko, sehingga pembangunan ekonomi nasional harus diarahkan pada penguatan fondasi domestik tanpa menutup diri dari arus global.

Dalam konteks pascapemilu 2024 dan transisi pemerintahan, pembangunan ekonomi Indonesia memasuki fase konsolidasi kebijakan jangka menengah dan panjang. Fokus pembangunan tidak lagi semata mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi menekankan kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan dan tahan terhadap guncangan eksternal. Isu keberlanjutan fiskal, stabilitas harga, serta ketahanan pangan dan energi menjadi agenda utama, terutama di tengah tekanan inflasi global dan volatilitas harga komoditas yang masih tinggi hingga 2025.

Paradigma pembangunan pada periode ini juga ditandai oleh penguatan strategi hilirisasi sebagai respons terhadap ketergantungan ekspor bahan mentah. Kebijakan hilirisasi mineral dan sektor berbasis sumber daya alam terus diperluas untuk mendorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Dalam situasi global yang semakin proteksionis, strategi ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global sekaligus mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi pasar internasional.

Selain itu, transformasi digital menjadi pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia pada 2024–2025. Perkembangan ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan otomasi mendorong perubahan struktur pasar tenaga kerja dan pola produksi. Pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada infrastruktur digital dan kualitas sumber daya manusia. Investasi pada pendidikan, literasi digital, dan penguatan sektor UMKM berbasis teknologi menjadi krusial untuk memastikan bahwa manfaat globalisasi dapat dirasakan secara inklusif.

Isu transisi energi dan ekonomi hijau semakin menguat dalam paradigma pembangunan masa kini. Komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi karbon dan pengembangan energi terbarukan menjadi bagian dari strategi menghadapi tekanan global terkait perubahan iklim. Pada 2024–2025, pembangunan ekonomi tidak lagi dipisahkan dari agenda lingkungan, karena keberlanjutan menjadi syarat utama akses terhadap pembiayaan global dan investasi internasional.

 

Dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian, peran negara mengalami penyesuaian signifikan. Negara tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga sebagai pengarah transformasi ekonomi nasional. Kebijakan industri, perdagangan, dan investasi diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan ekonomi dan kepentingan nasional. Di saat yang sama, perlindungan sosial diperkuat untuk meredam dampak negatif globalisasi, terutama bagi kelompok rentan dan wilayah tertinggal.

Secara keseluruhan, pergeseran paradigma pembangunan ekonomi Indonesia pada 2024–2025 mencerminkan upaya strategis untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Globalisasi tidak lagi dihadapi dengan pendekatan pasif, melainkan dikelola secara aktif melalui kebijakan transformasi struktural, penguatan daya saing, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan paradigma yang lebih kontekstual dan adaptif, Indonesia memiliki peluang untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat proses menuju negara berpendapatan tinggi di tengah arus globalisasi yang terus berubah.

Penulis adalah Program studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!